Jembatan Tumbang-Samba Mulai Beroperasi Agustus 2019

(Pra/E-25)
07/11/2018 01:45
Jembatan Tumbang-Samba Mulai Beroperasi Agustus 2019
(ANTARA/Saptono)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menargetkan pembangunan Jembatan Tumbang-Samba yang merupakan titik krusial di Jalur Lintas Tengah Kalimantan bisa beroperasi pada Agustus 2019 . Target itu lebih cepat dari kontrak kerja awal, yakni November 2019.

Jembatan yang dibangun dengan kontrak tahun jamak senilai Rp285 miliar itu akan memiliki total panjang 843 meter. Sepanjang 108 meter dari total keseluruhan merupakan struktur pelengkung yang dibangun terpisah yakni di Pabrik PT Wika Beton di Subang, Jawa Barat.
Menteri PU-Pera Basuki Ha­dimuljono mengungkapkan, pada akhir Desember 2018, pengerjaan struktur pelengkung bakal selesai dan pada Januari pelengkung sudah berada di lokasi pembangunan di Tumbang-Samba.

Setelah tiba, pembangunan masuk tahap pengangkatan dan penyambungan antara struktur pelengkung dan struktur dasar. Diperkirakan, proses itu membutuhkan waktu empat bulan. “Targetnya April sudah terinstal. Mei dan Juni penyelesaian lantai jembatan. Agustus sudah fungsional,” ujar Basuki di sela kunjungan Pabrik PT Wika Beton di Su­bang, Jabar, Selasa (6/11).

Terkait bahan baku, menurut Basuki, sebagian besar dari dalam negeri, mulai dari baut, pelat, hingga galvanis. Satu kelengkapan yang harus diimpor iadalah kabel jembatan yang berfungsi sebagai hanger.

Jembatan Tumbang-Samba akan menjadi jembatan terpanjang di Lintas Tengah Kalimantan. Dengan tersambungnya jalan itu kegiatan ekonomi di daerah sekitar diharapkan bisa tumbuh serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Akses lintas tengah itu nantinya sangat berperan karena di sekitarnya terdapat perkebun­an dan pertambangan. Jadi, sangat membantu pengiriman logistik,” tandasnya.

Kalimantan saat ini memiliki tiga jalan nasional yakni lintas selatan dengan panjang 1.900 kilometer, lintas tengah 1.100 kilometer, serta trans perbatasan sepanjang 1.900 kilometer. (Pra/E-25)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya