Pasar ASEAN Paling Menjanjikan

(Pra/E-3)
06/11/2018 06:50
Pasar ASEAN Paling Menjanjikan
(Himanda Amrullah )

DI tengah kekhawatiran mengenai proteksionisme, perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara memiliki prospek perdagangan paling menjanjikan di dunia.

Hal itu terungkap dari hasil temuan HSBC Navigator, survei global yang melibatkan 8.500 pebisnis di 34 negara. Di Asia Tenggara, HSBC Navigator melibatkan lebih dari 1.000 responden di lima pasar ASEAN terbesar, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Berdasarkan survei diketahui, 86% perusahaan ASEAN memiliki optimisme mengenai prospek perdagangan luar negeri. Angka tersebut melebihi blok perdagangan lainnya dan lebih tinggi daripada rata-rata global sebesar 77%.

Presiden Direktur HSBC Indonesia Sumit Dutta mengatakan hal itu terjadi lantaran banyak perusahaan di Asia Tenggara melakukan investasi pada teknologi supply chain atau rantai pasok sehingga ketegangan perdagangan global dapat dilihat sebagai peluang ketimbang ancaman. "Apa pun itu, rantai suplai akan beralih menuju ASEAN dan perusahaan-perusahaan harus siap," ujar Dutta melalui siaran persnya, kemarin.

Ia mencontohkan negara ASEAN seperti Thailand dan Malaysia sudah memiliki jaringan produksi elektronik terutama dalam perakitan hard disk drive (HDD). Thailand melalui unit penyimpanan akhir bahkan telah mengekspor HDD ke Amerika Serikat dengan volume yang sama seperti Tiongkok.

Anggota ASEAN lainnya seperti Singapura dan Filipina juga menghasilkan berbagai komponen elektronik. Vietnam dan Indonesia juga semakin kompetitif dalam industri manufaktur ringan dan ekspor tekstil. Bahkan, ASEAN diprediksi menjadi pasar otomotif terbesar ke-6 secara global pada 2018.

Dutta menyebutkan dengan peningkatan produksi pada negara-negara ASEAN, teknologi akan menjadi elemen kunci dalam mengelola peningkatan kapasitas yang terjadi. Peningkatan teknologi akan jadi fokus banyak perusahaan ASEAN ke depan. "Menurut HSBC Navigator, 37% responden di ASEAN fokus pada peningkatan adopsi konsep digital dan teknologi dalam bisnis mereka. Angka itu lebih besar ketimbang rata-rata global, yakni 28%."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya