Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) mendapatkan tambahan amunisi guna mewujudkan stabilitas moneter dan keuangan.
Kemarin, BI dan Bank Sentral Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) menandatangani perjanjian keuangan bilateral dengan nilai setara US$10 miliar. Penandatangan dilakukan Gubernur BI Perry Warjiyo dan Direktur Pelaksana MAS Ravi Menon,
Perjanjian keuangan bilateral tersebut berlaku selama satu tahun dan terdiri atas dua perjanjian. Pertama ialah perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal. Perjanjian itu memungkinkan pertukaran mata uang lokal di antara kedua bank sentral hingga senilai S$9,5 miliar atau Rp100 triliun (setara US$7 miliar).
Kedua, perjanjian repo bilateral dalam valuta asing. Perjanjian itu merupakan amendemen terhadap perjanjian yang sudah ada sebelumnya, yaitu penambahan nilai repo dari US$1 miliar jadi US$3 miliar.
"Melalui perjanjian ini kedua bank sentral dapat memperoleh likuiditas valuta asing dalam dolar AS dengan kolateral (jaminan) berupa obligasi pemerintah yang dikeluarkan negara-negara utama," ujar Gubernur BI dalam keterangan resminya, kemarin.
Penandatanganan itu merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada 11 Oktober lalu di Bali. Kedua pemimpin negara meminta BI dan MAS untuk merumuskan perjanjian kerja sama keuangan bilateral yang dapat mendukung terbangunnya kepercayaan terhadap ekonomi kedua negara.
Saat ini nilai tukar rupiah berada di level 14.900-an per dolar AS. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Ari Kuncoro mengatakan rupiah berpotensi menuju level 14.500/US$ bila sentimen perang dagang berakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved