Kejar Ekonomi Tumbuh, Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Harus Digenjot

Nur Aivanni
05/11/2018 20:09
Kejar Ekonomi Tumbuh, Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Harus Digenjot
(ANTARA)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2018 sebesar 5,17% (yoy). Menanggapi itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan bahwa angka tersebut cukup mengejutkan karena di luar prediksi kebanyakan ekonom yang memperkirakan ekonomi tumbuh di kisaran 5,1% hingga 5,15%.

"Faktor pendorong utamanya adalah investasi yang meningkat cukup besar menjadi 6,96% dari sebelumnya 5,87% pada triwulan II 2018. Peningkatan investasi ini yang di luar dugaan, karena terjadi setelah rilis angka investasi oleh BKPM yang menunjukkan penurunan," kata Piter kepada Media Indonesia, Senin (5/11).

Meskipun investasi meningkat, sambung Piter, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2018 tetap melambat dibandingkan triwulan II 2018. Hal itu, menurutnya, sesuai prediksi lantaran pertumbuhan konsumsi pada triwulan III 2018 (5,01%) lebih rendah dibandingkan triwulan II 2018 (5,14%).

Terlepas dari itu semua, Piter mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2018 yang mencapai 5,17% menyiratkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 akan lebih baik dibandingkan tahun 2017. Hanya saja, kata dia, tidak akan bisa mencapai target pemerintah yang mencapai 5,2%.

"Pemerintah harus bekerja keras agar dua bulan tersisa, investasi dan konsumsi bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," katanya. Menurutnya, pemerintah perlu menjaga laju pertumbuhan investasi dan konsumsi di triwulan IV 2018.

Lebih lanjut, Piter mengatakan bahwa secara siklus konsumsi memiliki peluang untuk kembali meningkat jelang akhir tahun 2018. Hal itu mengingat adanya libur natal dan tahun baru. "Keputusan pemerintah tidak menaikkan BBM subsidi dan pertalite beberapa waktu yang lalu saya kira adalah keputusan yang tepat guna menjaga daya beli sehingga bisa mengembalikan pertumbuhan konsumsi," tambahnya.

Jika pemerintah bisa mempertahankan laju investasi di triwulan IV 2018, kata Piter, pertumbuhan ekonomi di triwulan IV bisa lebih baik daripada triwulan III 2018. Namun, ia memprediksi pertumbuhan investasi triwulan IV akan menurun. "Sehingga walaupun konsumsi akan membaik di triwulan IV, pertumbuhan ekonomi akan lebih kecil. Saya perkirakan pertumbuhan ekonomi di triwulan IV di kisaran 5,1%," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya