Industri Pengolahan Paling Berkontribusi di Kuartal III 2018

Nur Aivanni
05/11/2018 16:16
Industri Pengolahan Paling Berkontribusi di Kuartal III 2018
(MOHAMAD IRFAN )

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2018 sebesar 5,17% (yoy). Sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha industri pengolahan sebesar 0,91%.

"Industri pengolahan merupakan sumber pertumbuhan ekonomi dari sisi produksi sebesar 0,91%," kata Kepala BPS suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin (5/11).

Di triwulan III 2018, industri pengolahan tumbuh 4,33% (yoy). Sementara, untuk industri pengolahan nonmigasnya sendiri tumbuh 5,01%. Adapun yang menggerakan sektor nonmigas adalah industri makanan dan minuman, produksi tekstil dan pakaian jadi, serta produksi alat angkutan.

Untuk sektor perdagangan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2018 sebesar 0,69%. Pada triwulan III 2018, dikatakan Suhariyanto, sektor perdagangan tumbuh 5,26% (yoy). "Sektor perdagangan bergerak bagus. Penggeraknya, peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor," katanya.

Sementara itu, sektor konstruksi menyumbang kontribusi terhadap ekonomi sebesar 0,57%. Sektor konstruksi pada triwulan III 2018 tumbuh 5,79% (yoy). "Ini lebih bagus dibandingkan triwulan III 2018 yang sebesar 5,73%," kata Suhariyanto.

Adapun yang menyebabkan sektor konstruksi bergerak di triwulan III 2018 adalah meningkatnya produksi semen dan penjualan semen di dalam negeri. Faktor lainnya adalah adanya peningkatan realisasi belanja modal pemerintah untuk gedung, bangunan, jalan, dan irigasi yang kenaikannya cukup signifikan.

Selanjutnya, sektor pertanian menyumbang kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2018 sebesar 0,49%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan II 2018. Hal itu dikarenakan produksi di triwulan II 2018 lebih bagus dibandingkan triwulan III 2018.

Sektor pertanian di triwulan III tumbuh sebesar 3,62% (yoy). Untuk tanaman pangan tumbuh sebesar 2,97% lebih rendah dibandingkan triwulan II 2018. "Karena tanaman pangan mulau menurun sesudah panen raya terjadi di bulan Maret dan April, sehingga agak melambat 2,97%," kata Suhariyanto.

Untuk diketahui, meskipun sektor jasa lainnya dan jasa perusahaan tumbuh tinggi pada triwulan III 2018 yang masing-masing sebesar 9,19% dan 8,67%, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi kurang dari 2%. "Jadi setinggi apapun dia ngga bisa mendorong pertumbuhan ekonominya lebih tinggi lagi," pungkas Suhariyanto. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya