Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LAJU mata uang rupiah pada Senin (5/11) masih berpotensi mengalami kenaikan seperti akhir pekan lalu. Potensi kenaikan tersebut ditopang oleh masih adanya sentimen positif dari dalam negeri. Diperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp14.965-Rp14.935 pada hari ini.
"Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.965-14.935. Masih adanya sentimen positif dari dalam negeri diharapkan dapat bertahan untuk membuat laju Rupiah kembali mengalami kenaikan." ujar Reza Priyambada, Analis Senior CSA Research Institute, Senin (5/11).
Kendati demikian, rupiah mesti mewaspadai adanya potensi terapresiasinya Dolar Amerika Serikat (USD) seiring dengan telah dirilisnya data ketenagakerjaan AS yang mengalami kenaikan. Dengan adanya kenaikan tersebut dimungkinkan juga akan menghambat peluang kenaikan Rupiah. "Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," tambah Reza.
Baca juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17% pada Triwulan III 2018
Pekan lalu, laju rupiah mampu kembali mengalami kenaikan. Setelah sebelumnya rilis inflasi yang dianggap stabil memberikan sentimen positif pada Rupiah, kali ini Rupiah juga mendapat sentimen positif dari dalam negeri dimana Bank Indonesia (BI) menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih solid dan telah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk menghadapi gejolak ekonomi global.
Reza mengatakan, BI meresponnya dengan memperkuat bauran kebijakan moneter, makro prudensial, dan sistem pembayaran. Kenaikan Rupiah ini terjadi di tengah merosotnya harga minyak setelah AS dinilai mencabut sanksi minyak Iran.
"Imbas lainnya, membuat nilai tukar USD menguat. Selain itu, penguatan USD juga didukung meningkatnya data ketenagakerjaan AS." pungkanya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved