Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MITOS bahwa perusahaan negara tidak kreatif dan inovatif merupakan cerita lama. Perusahaan negara pun mampu bersaing dan bersanding dengan perusahaan global. Hal itu dibuktikan perusahaan pelat merah Bank Mandiri. Kinerjanya telah diakui dunia.
Bank milik negara itu masuk daftar 500 perusahaan terbaik versi majalah bisnis Amerika Serikat, Forbes, pada Oktober lalu.
Tidak tanggung-tanggung, bank terbesar di Indonesia itu berada di peringkat ke-11 menyaingi perusahaan kelas dunia. Bank yang memiliki 36.307 karyawan itu memiliki nilai penjualan US$8,1 miliar dan kapitalisasi pasar US$24,1 miliar.
Mandiri mampu mengalahkan sejumlah perusahaan kelas dunia seperti Japan Exchange Group (Jepang), MGM Resort (AS), China Petrolium Engneering (Tiongkok), Siemens (Jerman), dan Volkswagen Group (Jerman).
Bank Mandiri menjadi wakil Indonesia dengan peringkat tertinggi dari 500 perusahaan tersebut, bersanding dengan perusahaan terkemuka global seperti Alphabet (Amerika Serikat/AS), Microsoft (AS), Apple (AS), Walt Disney (AS), hingga BMW Group (Jerman).
Hasil survei yang dirilis Forbes itu berdasarkan pada penilaian 430 ribu pegawai dari seluruh dunia. Para pegawai diminta untuk memberikan nilai pada perusahaan tempat mereka bekerja; seberapa besar mereka mau merekomendasikan tempat kerja mereka ke sahabat atau keluarga.
Kesuksesan Mandiri masuk peringkat 11 perusahaan terbaik dunia itu merupakan pencapaian yang luar biasa. Pencapaian yang ditorehkan Mandiri lebih baik daripada pencapaian pada 2016. Ketika itu, Bank Mandiri mendapat apresiasi di posisi 462 dunia.
Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, pencapaian dalam peringkat World's Best Employers versi Forbes ini karena perseroan terus berupaya meningkatkan pengembangan karyawan, baik dari aspek kebahagiaan, kapabilitas, maupun produktivitas.
"Kebahagiaan karyawan itu penting dan menjadi bagian dari fokus strategis manajemen. Kami percaya pegawai yang happy, kapabel, engage, dan produktif ialah kunci keberhasilan manajemen dalam jangka panjang." katanya.
Kesuksesan itu tidak terlepas dari pegawai Bank Mandiri yang kini sekitar 70%-nya masuk kategori milenial.
Daya saing
Bukan hanya Mandiri, kinerja perusahaan pelat merah lainnya pun mendapat pengakuan internasional. Berdasarkan hasil survei Forbes, tiga perusahaan Indonesia lainnya masuk peringkat 200 dunia. Mereka ialah PT Telkom Indonesia yang berada di peringkat 112, disusul PT Bank Negara Indonesia (BNI) di peringkat 157, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) di peringkat 186.
Deputi Bidang Usaha, Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan hasil survei Forbes jadi pembuktian keseriusan BUMN dalam mewujudkan visi jangka panjang sebagai penyedia layanan dan memiliki kinerja terbaik.
"Peringkat Forbes ini menunjukkan BUMN Indonesia memiliki daya saing yang kuat dengan perusahaan top global lainnya. Kementerian BUMN senantiasa berkomitmen untuk selalu meningkatkan kinerja dan layanan seluruh BUMN, termasuk juga memperkuat peran sebagai agen pembangunan," ujarnya.
Pengakuan kinerja BUMN bukan hanya berasal dari Forbes, lembaga pemeringkat Moody's Investor Service juga menaikkan peringkat utang lima BUMN pada April lalu. Kelima BUMN yang peringkatnya naik dari Baa3 ke Baa2 itu ialah PT PLN, PT Pelabuhan Indonesia II, PT Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara, dan PT Jasa Marga.
Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan kenaikan rating korporasi dan surat utang lima BUMN yang bergerak di bidang transportasi dan energi itu menunjukkan kepercayaan kalangan investor global terhadap proyek strategis nasional, seperti proyek pembangkit listrik 35.000 Mw, penyediaan energi yang dikelola Pertamina sebagai holding migas, serta infrastruktur pelabuhan, dapat dijalankan dengan baik, profesional, dan akuntabel.
"Termasuk kemampuan BUMN dalam mencari sumber pendanaan yang efektif dan inovati, tidak hanya pendanaan konvensional, tapi juga mencari alternatif pendanaan lain baik di dalam maupun luar negeri," kata Rini. (S-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved