Hasil Komitmen di OOC Lampaui Ekspektasi

Fathia Nurul Haq
31/10/2018 07:00
Hasil Komitmen di OOC Lampaui Ekspektasi
(MI/PIUS ERLANGGA)

OUR Ocean Conference (OOC) 2018 diklaim berhasil mendulang 287 komitmen baru dari negara di seluruh dunia peserta konferensi.

Menurut Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, jumlah komitmen itu melampaui ekspektasi Indonesia yang menjadi tuan rumah konferensi ke-5 itu.

"Kami sangat senang menyebutkan bahwa outcome dari konferensi OOC 2018 telah mengumpulkan 287 komitmen terukur, lebih dari US$10 miliar dana, dan 14 juta kilometer persegi marine protected area. Ini melebihi ekspektasi kami," ujar Luhut dalam sambutan penutupan OOC di Nusa Dua, Bali, kemarin.

OOC telah dilaksanakan sejak 2014 sebanyak 5 kali, di antaranya 2 kali di Washington DC, Cile, Malta, dan terakhir di Indonesia. OCC 2018 dihadiri enam kepala negara, lebih dari 1.900 perwakilan 70 negara, 36 pejabat setingkat menteri, 38 organisasi internasional, serta 290 NGO dan sektor privat.

Selama lima kali diadakan, konferensi tahunan itu telah menelurkan 950 komitmen di bidang kelautan dan kemaritiman, di antaranya 31 komitmen pada 2014, 73 komitmen pada 2015, 126 komitmen pada 2016, 433 komitmen pada 2017, dan terakhir 287 komitmen dari konferensi tahun ini.

Komitmen dikategorikan dalam sembilan bidang, yaitu pembangunan kapasitas; iklim, pencegahan dan pemantauan pengasaman laut; mempromosikan perikanan yang berkelanjutan; perlindungan laut; pengurangan polusi laut; jaringan kerja laut yang aman; serta memetakan dan memahami lautan dan masa depan konferensi samudra kita.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan yang terpenting dari komitmen-komitmen yang dibuat selama lima kali konferensi OOC ialah tindak lanjut komitmen itu. Ia mengatakan mulai saat ini review mechanism yang digagas Indonesia akan mulai dijalankan untuk melihat sejauh mana negara-negara menjalankan komitmen yang telah dibuat.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yakin bahwa keberhasilan Indonesia menyelenggarakan OOC 2018 akan meningkatkan nilai tawar Indonesia di mata dunia sehingga dapat menjadi poros maritim dunia.

"Konferensi ini strategis setidaknya karena tiga alasan, yaitu pertemuan multistakeholder, memungkinkan semua pemain kunci untuk berkontribusi dan berorientasi pada tindakan," ujar Retno.

Tahun depan, OOC akan dihelat di Norwegia. Menteri Perikanan Kerajaan Norwegia Harald Nesvik dalam sambutannya kepada delegasi yang diharapkan akan hadir tahun depan memberikan ucapan selamat datang.

Nesvik mengaku sangat terinspirasi oleh contoh nyata yang diberikan Indonesia dalam menangani isu kelautan, terutama illegal fishing.

 

Berlanjut

Rangkaian konferensi bertemakan lingkungan tidak serta-merta selesai dengan ditutupnya OOC 2018. Acara Intergovernmental Review Meeting yang keempat (IGR-4) dijadwalkan dihelat di Inaya Putri Bali, Nusa Dua, hari ini hingga besok di tempat yang sama.

Direktur Jenderal (Ditjen) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Karliansyah mengatakan acara tersebut dijadwalkan dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

"Acara akan dibuka Ibu Menteri (Siti Nurbaya Bakar). Dihadiri delegasi dari 76 negara dan 7 menteri lingkungan hidup," ujar Karliansyah, kemarin. Hingga saat ini ada 272 delegasi dari berbagai negara yang sudah tiba di Bali.

Indonesia menerima mandat pelaksanaan IGR-4 sejak 2017. Namun, karena terjadi erupsi Gunung Agung, pelaksanaan IGR diundur hingga tahun ini. Gelaran IGR-4 diselenggarakan UN Environment Programme (UNEP) dan dilaksanakan Indonesia sebagai tuan rumah. (Dhk/X-6)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya