Bersinergi Pulihkan Trauma Bencana

Andhika Prasetyo
31/10/2018 06:50
Bersinergi Pulihkan Trauma Bencana
(ANTARA/HO/ KYE)

SETIAP kali bencana terjadi di Bumi Pertiwi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selalu berupaya hadir di garis terdepan untuk memberikan bantuan demi memulihkan kondisi di lokasi terdampak. Termasuk di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Hingga saat ini, sinergi BUMN telah mewujudkan tempat tinggal semi permanen yang ramah gempa bagi para korban bencana di beberapa daerah di Lombok, NTB.

Sebanyak 1.500 unit hunian sementara (huntara) yang jauh lebih laik jika dibandingkan dengan tenda darurat kini telah berdiri di 18 titik lokasi terdampak gempa dan mampu menampung setidaknya 1.500 keluarga korban bencana.

Salah satu lokasi dengan jumlah huntara terbanyak ialah Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu sebanyak 200 unit huntara dan Desa Sajang sebanyak 127 unit huntara.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Catur Budi Harto mengungkapkan pihaknya menjadi koordinator pembangunan 700 unit huntara di wilayah Sembalun Bumbung.

Sebagai perbankan, pihaknya bertugas menyediakan pembiayaan. Adapun proses konstruksi dikerjakan PT Wijaya Karya dan PT Waskita Karya. Hunian itu juga langsung mendapatkan penerangan dengan dialirkannya listrik oleh PT Perusahaan LIstrik Negara. "Ini merupakan hasil kerja bersama BUMN. Sebanyak 1.500 huntara sudah selesai kami bangun dan dapat dimanfaatkan masyarakat," ujar Catur.

Pada kesempatan berbeda, Staf Khusus III Menteri BUMN Wianda Pusponegoro menambahkan, selain dibangun di enam Desa di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Huntara juga dibangun di Desa Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat. Di sana telah terbangun sebanyak 271 unit berkat sinergi antara Bank Mandiri dan Hutama Karya.

Adapun, di Desa Terangan, Pemenang, Lombok Utara, juga telah terbangun sebanyak 207 unit atas inisiatif Pertamina dan Adhi Karya. Serta 300 unit lainnya di Desa Gentur Macan, Gunung Sari, Lombok Barat, yang terealiasi karena atas antara BRI dan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Hal serupa pun akan dilakukan di Sulawesi Tengah (Sulteng). Pemerintah mengatakan akan membangun 1.200 huntara di beberapa titik lokasi. Adapun, proses pembangunan juga akan dilaksanakan BUMN yang dibantu pihak swasta.

Sebelumnya, hingga 1 Agustus 2018, total nilai bantuan bagi korban gempa di Lombok, NTB, yang digelontorkan 24 BUMN telah mencapai Rp2,1 miliar.

"Ini merupakan komitmen perusahaan negara dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan kepeduliannya kepada masyarakat. Khususnya masyarakat Lombok yang sedang tertimpa musibah," kata Deputi Bidang Infrastruktur dan Bisnis Kementerian BUMN Hambra Samal melalui keterangan resminya pada 8 Agustus 2018 seperti dikutip Antara.

Bentuk bantuan yang berikan pun beragam. Mulai dari bahan makanan pokok, tempat tidur lipat, alat salat, selimut, obat-obatan, perlengkapan dan susu anak balita, air bersih, genset, dan fasilitas kesehatan lainnya.

 

Peduli Sulteng

Sementara itu, untuk korban gempa di Kota Palu, Sulteng, sejumlah BUMN juga turut membantu pemulihan korban gempa. Salah satunya Perum Bulog memberikan bantuan logistik pangan di sejumlah posko pengungsi, yakni Kelurahan Petobo dan Kawatuna, Kota Palu. Bantuan berbagai jenis pangan, termasuk beras, mi instan, gula pasir, dan minyak goreng.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan pemerintah pusat dan daerah tentu tidak akan membiarkan penderitaan yang dialami masyarakat akibat gempa bumi tersebut.

Buktinya, sehari setelah bencana alam, berbagai logistik tanggap darurat langsung didatangkan dari berbagai penjuru dan disalurkan kepada para korban. Bulog juga menyalurkan bantuan logistik pangan kepada para korban gempa dan tsunami yang tinggal di tenda-tenda pengungsian, meski jumlahnya tidak memadai, namun inilah bentuk perhatian dan kepedulian dari BUMN peduli.

Para pengungsi masih membutuhkan bantuan, terutama logistik pangan

karena banyak di antaranya yang sudah tidak lagi memiliki harta benda, terutama di Petobo. Di kawasan itu tidak ada satu pun bangunan rumah yang berdiri, semuanya telah hancur diterjang gempa. Dan banyak yang telah kehilangan anggota keluarga. Areal permukiman penduduk di kawasan Petobo seluas 180 hektare dengan jumlah jiwa sekitar 13.000 jiwa. Kawasan permukiman penduduk yang diporak-porandakan gempa bumi tersebut kini tinggalah terlihat puing-pusing bangunan dan kendaraan yang hancur diterjang gempa dasyat.

Selain Bulog, PT Pertamina dan PLN pun turut membantu memulihkan sejumlah kawasan di Sulteng yang padam akibat infrastruktur porak-poranda akibat gempa dan tsunami.

Pada Oktober, Pertamina mengirimkan tabung elpiji dan mobil tangki BBM ke Sulteng dengan menggunakan kapal laut. Pengiriman dengan kapal yang mampu menampung muatan hingga 640 ton itu dilaksanakan dari Pelabuhan Somber, Balikpapan, Kaltim.

Region Manager Communication dan CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha

mengatakan Pertamina terus mengoptimalkan semua jalur distribusi bantuan guna menjangkau lokasi bencana.

Selain Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara pun turut membantu memberikan penerangan di sejumlah wilayah yang padam akibat diterjang gempa dan tsunami. Bukan cuma itu, mereka juga mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu pemulihan di kawasan bencana. (S-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya