Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HADIR untuk negeri bukan hanya sekadar slogan. Hadir untuk negeri merupakan tugas dan tanggung jawab yang telah direalisasikan sebaik-baiknya oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
DI bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia terus berbenah, memperbaiki dan membangun banyak infrastruktur, tidak hanya di Jawa, tetapi juga di seluruh wilayah Tanah Air, termasuk wilayah terluar, tertinggal, dan terpencil. Tujuannya jelas untuk menghilangkan ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan terbangunnya infrastruktur, kegiatan ekonomi diyakini akan terjadi dan hasilnya ialah adanya peningkatan pendapatan yang dapat diraih oleh penduduk setempat.
Dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur, BUMN merupakan pihak yang memiliki kontribusi begitu besar. Dari hal yang paling mendasar, misalnya, yakni listrik. Pemerintah memiliki target untuk memantapkan rasio elektrifikasi hingga 100%.
Pada akhir 2017, rasio elektifikasi sudah mencapai 93,08% atau lebih tinggi daripada target yang ditetapkan sebesar 92,75%. Untuk mencapai rasio elektrifikasi 100%, pemerintah menerapkan program percepatan, dengan prioritas daerah perdesaan.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjadi garda terdepan dalam hal tersebut. Di Papua dan Papua Barat, berdasarkan hasil survei kegiatan tim Ekspedisi Papua Terang (EPT), terdapat 755 desa yang belum teraliri listrik dan akan segera diterangi dalam waktu dekat.
Salah satu dari 755 desa itu ialah Kwaedamban yang terletak di Distrik Borme, Pegunungan Bintang, Papua. kondisi desa itu kini telah lebih baik pada malam hari.
PLN melaporkan sebanyak 36 rumah penduduk Desa Kwaebandan telah teraliri listrik yang bersumber dari pembangkit lsitrik tenaga air (Piko Hidro) dengan kapasitas 1 kw yang dibangun di dekat desa tersebut. Selain untuk di permukiman, listrik juga dimanfaatkan untuk penerangan di fasilitas-fasilitas umum, seperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, serta dialirkan untuk mendukung layanan komunikasi di wilayah setempat.
"Langkah ini akan segera diikuti juga di desa-desa lainnya yang telah dilakukan survei. Kementerian BUMN akan terus memberikan dukungan dan memastikan desa-desa lain di wilayah Papua dan Papua Barat juga akan teraliri listrik," ujar Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Infrastruktur bandara
Beralih ke infrastruktur lainnya, yakni bandara. Sebagaimana diutarakan Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang pesawat terbang pada 2017 mencapai 128 juta orang, tumbuh 9,5% dari tahun sebelumnya yang hanya 116,8 juta penumpang. Bahkan, tahun ini, diprediksi kenaikan terjadi hingga 11%.
Untuk mengimbangi jumlah penumpang yang kian membludak, tentu harus ada upaya untuk menambah kapasitas tampung bandara, baik dengan cara membangun terminal baru maupun membangun bandara baru. Hal itu pun dilakukan. Sebagai contohnya ialah Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah.
Sebelum ditambah terminal, Bandara Ahmad Yani hanya disiapkan untuk menampung 800 penumpang. Sementara itu, jumlah penumpang naik signifikan setiap tahun. Bahkan, pada 2017, angka pengguna pesawat terbang yang melalui bandara tersebut sudah mencapai 4,4 juta orang.
Pembangunan pun telah dilakukan sejak 2014 dan sudah rampung dan beroperasi penuh pada tahun ini.
Tentu saja, BUMN ialah pihak yang turun tangan. Setidaknya, terdapat lima BUMN yang terlibat dalam pengembangan proyek Bandara Ahmad Yani. Mereka ialah PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) yang mengerjakan Paket I, yaitu pembangunan jalan akses sepanjang 1,4 kilometer, stabilisasi lahan menggunakan PVD, pelebaran jalan untuk toll gate dan pekerja abutment.
Kemudian ada PT PP yang mengerjakan Paket II berupa pembangunan apron seluas 72.522 meter persegi dan pembangunan 2 exit taxiway.
Sementara itu, Paket III dijalankan PT Waskita Karya Tbk untuk pembangunan terminal seluas 58.652 meter persegi, ciller dan power house.
Sementara itu, PT Brantas Abipraya mendapat tugas untuk membangun berbagai fasilitas pendukung, seperti apron service, cargo, masjid, gedung terpadu, gedung serbaguna, gedung Angkasa Pura, gedung pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran.
Seluruh BUMN itu dapat bersinergi dengan baik hingga akhirnya Bandara Ahmad Yani bertransformasi menjadi lebih, apik, baik dari segi kualitas maupun kuantitas daya tampung.
Pembangunan tol
Satu infrastruktur lainnya yang begitu melekat dengan gambaran pemerintahan periode ini ialah jalan tol. Pemerintah menargetkan, pada akhir Desember, Tol Trans-Jawa sudah sepenuhnya tersambung dan beropreasi. Pemerintah juga mendorong pembangunan Tol Trans-Sumatra yang kini dalam tahap pembangunan.
Dalam pembangunan ribuan kilometer jalan tol, ada banyak BUMN yang terlibat, mulai Jasa Marga, Adhi Karya, Waskita Karya, Nindya Karya, dan Hutama Karya. Tidak hanya BUMN Karya yang terlibat, perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara pun turut aktif memberikan bantuan berupa kredit investasi berupa sindikasi. (S-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved