Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI transaksi yang dapat dibukukan pada hari ketiga perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 ialah sebesar US$60,03 juta. Hal itu ditandai dengan penandatanganan sebanyak sembilan nota kesepahaman (MoU) antara importir negara mitra dagang dan pelaku usaha/eksportir Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda mengatakan penandatanganan MoU dilakukan dengan importir dari tujuh negara, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Nigeria, Zimbabwe, Taiwan, dan Yordania. Produk yang diminati antara lain mi instan, margarin, kabel fiber optik, sayuran, batu bara, dan domba garut.
Penandatanganan kontrak dagang dilakukan di antaranya dengan importir Arab Saudi sebesar US$20 juta, Irak sejumlah US$3 juta, Zimbabwe (US$2 juta), Yordania (US$1 juta), Uni Emirat Arab senilai US$319 ribu, dan Nigeria (US$12 ribu). "Masih ada dua hari lagi pelaksanaan TEI 2018. Diharapkan nilai transaksi misi pembelian akan semakin meningkat," kata Arlinda, di Tangerang, Banten, kemarin.
Sebelumnya, total MoU pada hari pertama sebanyak 44 MoU dengan nilai US$4,96 miliar. Pada hari kedua dilaksanakan 18 penandatanganan MoU dengan nilai sebesar US$131,17 jut. "Dengan demikian, total misi pembelian hingga hari ketiga tercatat sebesar US$5,15 miliar," kata Arlinda.
Sementara itu, Dubes RI Singapura Ngurah Swajaya mengungkapkan delegasi bisnis dari Singapura yang terdiri atas 79 pelaku usaha berhasil membukukan kontrak dagang sebesar US$26,5 juta di TEI tahun ini. Kontrak tersebut berasal dari tiga perusahaan Singapura, yaitu, Brenntag Pte Ltd, Nomanbhoy and Sons Pte Ltd, dan JACO Furniture Pte Ltd. "Kontrak dagang tersebut ditandatangani bersama dengan lima mitra perusahaan lokal dan disaksikan langsung oleh Menteri Luar Negeri dan Menteri Perdagangan RI di hari pertama penyelenggaraan TEI 2018," ujarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved