Proyek Contractor Pre-Financing Dominasi Portofolio ACSET

Fetry Wuryasti
26/10/2018 18:57
Proyek Contractor Pre-Financing Dominasi Portofolio ACSET
(Ist)

PADA kuartal tiga tahun 2018, PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) membukukan kenaikan atas pendapatan dari Rp1,95triliun menjadi Rp2,73triliun, meningkat sebesar 40,5%. Laba bersih Perusahaan mengalami penurunan dari Rp111,28miliar menjadi Rp91,23miliar apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, atau menurun sebesar 18%.

“Penurunan ini sebagai dampak adanya peningkatan beban keuangan atas proyek-proyek Contractor Pre-Financing (CPF) yang saat ini masih dalam proses pengerjaan,” ujar Corporate Secretary & Investor Relations Maria Cesilia Hapsari melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Jumat (26/10).

Dalam periode ini, ACSET mendapatkan kontrak baru, yakni The Stature Mixed-use Development yang dikerjakan oleh Perusahaan bersama dengan Woh Hup (Private), Ltd. Hingga kini, ACSET masih terlibat dalam proses tender beberapa proyek strategis, dimana Perusahaan tetap optimis untuk memperoleh kontrak baru hingga akhir tahun.

Komposisi pendapatan pada periode ini terdiri dari infrastruktur 77%, konstruksi 13%, fondasi 6% dan sektor lainnya 4%. Sektor lainnya menggambarkan aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh anak usaha ACSET.

Perusahaan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,73 trilliun pada kuartal ke tiga 2018, naik 40,5% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp1,94 triliun. Laba usaha tercatat tumbuh 80,62% menjadi Rp391,52 miliar dari sebelumnya Rp216,76 miliar.

Namun laba bersih tercatat berkurang 18% dari Rp111,27 miliar di tahun lalu menjadi Rp 91,24 miliar. Laba per saham pun tergerus 18,24% menjadi Rp 130 per saham dari sebelumnya Rp 159 per saham.

“Pada waktu ini, ACSET tengah aktif melakukan proses improvement internal dalam aspek people dan safety,” tandasnya.

Merupakan visi utama ACSET untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang unggul melalui pengembangan kompetensi yang memadai, sebagaimana selaras dengan karakteristik Grup Astra secara keseluruhan.

Sementara itu, safety sebagai prinsip utama Perusahaan, juga senantiasa digalakkan secara militan di seluruh proyek berjalan maupun lingkungan Head Office ACSET.

Hal ini tercermin dalam prestasi ACSET yang berhasil meraih penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) tingkat nasional dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dalam malam Penganugerahan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bulan Agustus lalu.

“ACSET selalu berusaha memberikan nilai tambah (added value) dan kualitas yang terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam seluruh aktivitas perusahaan,” tutup Maria. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya