Industri Pengolahan dalam Fase Ekspansi

Fetry Wuryasti
26/10/2018 16:30
Industri Pengolahan dalam Fase Ekspansi
((Photo by SONNY TUMBELAKA / AFP))

DATA survei kegiatan dunia usaha (SKDU) Bank Indonesia menunjukkan bahwa kinerja industri pengolahan mengalami peningkatan. Ini tercermin dari prompt manufacturing index (PMI) yang dibentuk Bank Indonesia untuk menggambarkan kondisi dari sektor manufaktur atau industri pengolahan.

Pada hasil triwulan III 2018, Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kegiatan usaha pada triwulan III- 2018 tumbuh positif, meskipun tidak setinggi pertumbuhan periode triwulan sebelumnya.Hal tersebut tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan III-2018 sebesar 14,23%, lebih rendah dari 20,89% pada triwulan II-2018. Peningkatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor Industri Pengolahan (SBT 3,85%) antara lain didorong oleh terjaganya permintaan di pasar domestik. Perbaikan sektor industri pengolahan juga tercermin pada Prompt Manufacturing Index (PMI) SKDU yang berada pada fase ekspansi pada triwulan III-2018 dengan indeks sebesar 52,02%.

“Artinya industri pengolahan kita sedang pada fase ekspansi. Ekspansi sektor pengolahan ini terutama didorong kenaikan volume produksi. Di dalam indeks kami, volume produksi terindikasi sebesar 55,18%,” ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, di Jakarta, Jumat (26/10).

Kenaikan volume produksi didukung oleh kuatnya permintaan pasar domestik. Sejalan dengan itu, volume persediaan barang jadi dan volume pesanan juga tercatat dalam periode ekspansi.

“Masing-masing indeksnya 54,1% untuk persediaan barang dan volume pesanan 53,37%. Ini memperlihatkan volume produksi meningkat tidak hanya karena pesanan juga persediaannya. Artinya, pengusaha produksi melihat permintaan ke depan akan mengalami permintaan. Maka mereka meningkatkan stok bukan hanya penuhi pesanan saat ini,” tandasnya.

Bank Indonesia mengindikasikan ekspansi sektor industri pengolahan akan terus berlanjut pada triwulan IV-2018.

“Ekspansi pada triwulan IV ini didukung oleh peningkatan permintaan di pasar domestik sehubungan perayaan hari raya natal maupun akhir tahun. Ini tentu saja nanti mendukung bagaimana pola pertumbuhan di triwulan III yang akan masih akan tetap berada di atas 5%,” tukas Perry. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya