Mendag Sambut Baik Data Beras BPS

Andhika prasetyo
23/10/2018 18:07
Mendag Sambut Baik Data Beras BPS
(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita menyambut baik dirilisnya data luas lahan dan produksi padi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terwujud atas kerja sama beberapa instansi terkait, yakni Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Menurutnya memang sudah seharusnya seluruh data termasuk pangan berada di bawah tanggung jawab BPS, bukan kementerian teknis terkait. "Seharusnya semua memang begitu karena Undang-Undang mengatur bahwa BPS yang memberikan data tunggal," ujar Enggartiasto di Jakarta, Selasa (23/10).

Ia berharap, data terbaru yang dianggap lebih independen dan valid itu dapat dijadikan acuan dalam setiap pengambilan kebijakan.

Baca juga: Kementan Patut Berterima Kasih kepada BPS

Pemerintah akhirnya sepakat menyempurnakan metode penghitungan produksi beras dengan menggunakan data pengawasan satelit untuk memperkirakan luas lahan sawah.

Tahap pertama, penyempurnaan metode penghitungan produksi beras dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan Kementerian ATR, Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) untuk menghitung luas bahan baku sawah nasional.

Tahap kedua, BPS dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berperan melakukan penghitungan luas panen. Tahap ketiga, BPS kemudian melakukan penghitungan prediksi produksi gabah kering per hektar. Tahap terakhir, dilakukan penghitungan konversi gabah kering menjadi beras oleh BPS. (OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya