Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2018 yaitu periode Juli-September,tampaknya akan lebih rendah dari pada kuartal ke dua yang sebesar 5,27%. BI memprediksi, angkanya akan sedikit di atas pertumbuhan ekonomi kurtal pertama yang sebesar 5,06%.
"Sehingga memang Bank Indonesia dalam proyeksinya melihat bahwa kisaran target kami pada 5-5,4%, untuk keseluruhan 2018 akan berada di batas bawah target. Untuk kuartal ke tiga,pertumbuhan ekonomi akan sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal ke dua 2018," ujar Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara, di Jakarta, Selasa (23/10).
Penyebabnya lebih kepada kinerja ekspor yang turun, dimana harga komoditi ekspor kelapa sawit dan dan batu bara Indonesia masih relatif lemah, sehingga menekan ekspor. Di sisi lain impor Indonesia relatif kuat karena harga minyak dunia yang tinggi dan Indonesia masih net impor minyak.
"Ini yang akan membuat defisit transaksi berjalan (CAD) di kuartal ke tiga akan di atas kuartal ke dua yang sebesar 3% terhadap PDB. Tapi untuk keseluruhan 2018, CAD ini masih sedikit di bawah 3% PDB. Karena perkembangan secara bulanan (MoM) pertumbuhan impor sudah mulai melambat,walaupun secara tahunan memang masih tinggi,"
Dalam melihat pertumbuhan ekonomi,kata Mirza harus dilihat dari sisi permintaan atau konsumsi, investasi dan infrastruktur,lalu APBN pemerintah yang sesuai dengan target, kemudian kinerja ekspor - impor. Sedangkan terpampang,ekspor Indonesia masih lemah dan mendorong ke bawah pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga.
"Angka-angkanya akan mirip pertumbuhan di kuartal 1, antara sekitar 5,1% kurang sedikit. Tapi memang kuartal ke dua kemarin di 5,27% memang di atas Perkiraan Bank Indonesia," tukas Mirza. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved