Kementan Patut Berterima Kasih kepada BPS

Andhika prasetyo
23/10/2018 14:45
Kementan Patut Berterima Kasih kepada BPS
(ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

PENGAMAT pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Sentosa mengatakan Kementerian Pertanian sudah sepatutnya berterima kasih kepada Badan Pusat Statistik (BPS) dan seluruh instansi terkait yang telah bahu membahu mewujudkan data beras melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA).

Dengan dirilisnya data beras yang mengacu pada metode yang lebih akurat itu, Kementan kini memiliki pijakan yang tepat untuk mengambil kebijakan ke depannya. Selama ini, lanjutnya, Kementan selalu kesulitan setiap menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait produksi beras.

"Mereka selama ini menjawab dengan tidak karuan kalau ditanya soal data. Jawabannya tidak masuk akal. Sekarang kan sudah jelas yang benar seperti apa. Jadi, Kementan tidak hanya harus menerima, melainkan harus berterima kasih kepada pihak yang merilis data beras terbaru ini," ujar Dwi kepada Media Indonesia, Selasa (23/10).

Baca juga Kementan Tidak Lagi Dilibatkan Dalam Perhitungan Produksi Beras

Sebelumnya BPS menggunakan metode kerangka sampel area (KSA) untuk melakukan penghitungan luas panen gabah kering giling (GKG) untuk kemudian dikonversi menjadi proyeksi produksi beras secara nasional.

Selama tiga tahun terakhir, BPS tidak merilis data proyeksi produksi beras karena data luas lahan dari Kementerian Pertanian dinilai tidak valid untuk menghitung luas panen gabah tersebut. Sehingga, BPS melakukan perbaikan metode penghitungan proyeksi produksi beras tersebut bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa NAsional (Lapan). (Ant/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya