Sejak 2013, Sawah Sudah Berkurang 650 Ribu Hektar

Nur Aivanni
22/10/2018 19:11
Sejak 2013, Sawah Sudah Berkurang 650 Ribu Hektar
(MI/PANCA SYURKANI)

MENTERI Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa ada pengurangan lahan baku sawah seluas 650 ribu hektare. Pada tahun 2013, lahan baku sawah seluas 7,750 juta hektare. Sementara itu, berdasarkan pemotretan terakhir, lahan baku sawah kini seluas 7,1 juta hektare.

"Turun dari tadinya 7,750 juta hektare menjadi 7,1 juta hektare. Itu data per sekarang," kata Darmin saat ditanyakan mengenai hasil rapat terbatas bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/10).

Adapun berkurangnya lahan baku sawah tersebut, terang Darmin, disebabkan oleh adanya pembangunan rumah, jalan atau bahkan pabrik. Darmin pun menyampaikan bahwa pemerintah akan menyusun kebijakan terkait konversi lahan sawah tersebut.

"Namanya juga keperluan tanah itu macam-macam, bukan hanya untuk sawah. Orang perlu bikin jalan tol, perlu bikin perumahan, bikin pabrik, ngga bisa ditahan itu," katanya.

Dengan luas lahan baku sawah 7,1 juta hektare tersebut, jelas Darmin, luas panen tahun ini hanya 10,9 juta hektare. Itu berarti hanya 54% dari luas sawah tahun ini yang ditanami padi sebanyak dua kali.

Sebagaimana hasil perhitungan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), kata Darmin, total produksi beras tahun ini adalah 32,4 juta ton. Sementara, konsumsi beras nasional sebanyak 29,6 juta ton. Dengan begitu, kelebihan produksi beras tahun ini adalah 2,8 juta ton.

Hanya saja, dikatakan Darmin, kelebihan produksi beras tersebut masih rendah sekali. Terlebih lagi, jumlah tersebut semakin berkurang dengan adanya petani yang menyimpan beras 5 kg atau 10 kg beras. Dulu, sambungnya, kelebihan produksi beras bisa mencapai 20 juta ton.

"Itu sebabnya di awal tahun kita sudah mulai melihat, bahwa stok di Bulog kok rendah sekali. Bahkan, pada waktu Maret kita mengimpor, itu stok di Bulog tinggal 500 ribu ton. Ngga pernah kejadian itu, terlalu rendah," tuturnya.

Saat ditanyakan lebih lanjut apakah stok beras aman hingga akhir tahun, Darmin menyampaikan bahwa stok beras telah ditambah pasokannya dengan beras impor. Saat ini, jumlah stok beras di Bulog ada 2,4 juta ton dimana 1,8 juta ton beras impor dan 600 ribu ton dari dalam negeri. "Kalau ngga ada impor, tewas," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya