Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA empat tahun memimpin, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kall berhasil mematahkan 'kutukan pertumbuhan ekonomi'. Indonesia bisa menghentikan penurunan pertumbuhan ekonomi.
"Meski terdapat turbulensi ekonomi, namun dengan mitigasi kebijakan yang memadai pada 2016 terjadi titik balik ketika pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,03%. Pada tahun itu kutukan pertumbuhan ekonomi yang makin menurun sejak tahun 2011 berhasil dihentikan," kata Staf Khusus Presiden, Ahmad Erani dalam keterangan tertulis, hari ini.
Pada 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kenaikan tipis menjadi 5,07%. Tahun ini, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kembali mengalami kenaikan menjadi 5,2%.
Di saat yang sama, lanjut Erani, pemerintah Jokowi-JK berhasil menekan angka inflasi di bawah 4% selama tiga tahun berturut-turut, yakni 3,35 persen pada 2015, 3,02 persen pada 2016, dan 3,61 persen pada 2017. Di tahun ini, pemerintah memproyeksikan inflasi berada di kisaran angka 3 persen.
"Ini sejarah baru di mana pemerintah bisa mengelola stablitas harga yang selama ini sulit dilakukan," ujarnya.
Perbaikan pertumbuhan ekonomi di masa pemerintahan Jokowi-JK juga berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sejak 2004, untuk pertama kalinya peningkatan pertumbuhan ekonomi juga diiringi penurunan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan.
"Agenda aksi keadilan ekonomi sudah menghasilkan capaian yang bagus dalam empat tahun terakhir," kata Erani.
Erani memastikan penyelesaian masalah kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan akan terus berlanjut dalam jangka panjang. Pembangunan inftastruktur yang masif diharapkan mampu berkontribusi positif terhadap perkenomian hingga 30-40 tahun ke depan.
"Pemerintah tak hanya berpikir jangka pendek atau menengah, namun kepentingan jangka panjang. Di luar itu, pembangunan infrastruktur yang dikerjakan secara eksesif di wilayah Indonesia Timur dan perdesaan, implikasinya, infrastruktur diharapkan tidak cuma menafkahi kebutuhan pertumbuhan, namun juga menyantuni mandat pemerataan dan keadilan ekonomi," kata Erani.
Selain pertumbuhan ekonomi yang membaik, dari data yang dikeluarkan oleh Kantor Staf Kepresidenan, berikut caatatan pemerintahan Jokowi-JK dalam bidang ekonomi. Pertama, tingkat pengangguran turun. Hingga tahun 2018, angka pengangguran telah turun menjadi 5,13% dari 5,5% di tahun sebelumnya.
Kedua, ketimpangan pendapatan turun. Angka rasio gini Indonesia terus turun dari tahun ke tahun. Data Maret 2018, angka rasio gini Indonesia hanya 0,389. Selama tiga tahun berturut-turut, angkat rasio gini kita selalu berada di bawah angka 0,4.
Ketiga, kemiskinan turun. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, angka kemiskinan Indonesia hanya satu digit, yaitu 9,82%. Angka ini turun dari 10,12% di tahun sebelumnya. Dan Keempat, inflasi turun. Dari awal pemerintahan Jokowi-JK, angka inflasi telah berhasil diturunkan dari angka 8,36% menjadi hanya sekitar 3% sepanjang 2015-2018. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved