Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BPJS Kesehatan dan PT PP resmi memiliki sebuah tower yang memiki 33 lantai dan telah menyelesaikan topping off. Pencakar langit bernama social securyty tower merupakan proyek joint venture kedua perusahaan dengan menelan investasi Rp546 miliar.
"Kami sudah menyelesaikan topping off Proyek Social Security (SS) Tower 33 lantai di Jakarta yang merupakan proyek investasi yang dimiliki oleh PT Sinergi Investasi Properti dimana kepemilikannya terdiri dari BPJS Ketenagakerjaan dan PT PP (Persero) Tbk," kata Direktur Utama PT PP Lukman Hidayat dalam keterangan resmi. Sabtu (20/10)
Menurut dia, gedung pencakar langit yang memiliki 33 lantai itu dibangun bersama PT PP dengan BPJS Ketenangakerjaan. Proyek tersebut menelan biaya investasi hingga Rp. 546 miliar yang berasal dari modal perusahaan dan pinjaman perbankan.
Proyek yang telah rampung tersebut, kata dia,bagian dari realisasi investasi 2018 yang telah mencapai 66% atau Rp. 32,45 triliun sampai September 2018. Nilai tersebuh tumbuh 1.5% dibanding periode yang sama (year on year) meskipun di tengah kondisi ekonomi yang tengah terganggu.
"Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 1,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp31,96 triliun," terangnya.
Menurut dia, perseroan menargetkan kontrak baru tahun ini sebanyak Rp49 triliun dan baru mendapatkan Rp32.45 triliun. Sejauh ini kontrak baru berasal dari perolehan induk perseroan sebesar Rp. 26,51 triliun atau 81,72% dan anak perusahaan sebesar Rp. 5,93 triliun atau 18,28%.
"Kita kejar sisa kontrak baru terhadap target yang telah ditetapkan dalam waktu 3 (tiga bulan) ini,” paparnya.
Ia menjelaskan beberapa proyek yang berhasil diraih Perseroan sampai dengan September 2018 antara lain Bandara Kulon Progo sebesar Rp5,58 triliun, Makassar New Port Tahap IB dan IC Rp2,49 triliun, Nipa Tank Terminal Phase 2 Rp1,53 triliun, Perluasan Apron Bandara Ngurah Rai Rp1,36 triliun, Scatered Duel Fuel Engine MPP 120 MW Paket 1 Rp1,23 triliun, Scatered Duel Fuel Engine MPP 120 MW Paket 2 Rp1,06 triliun, Dermaga Patimban Subang sebesar Rp1,02 triliun, Pertamina Warehouse Rp933 miliar, Hotel Mandalika Paramount Rp850 miliar, Runway 3 Bandara Soekarno Hatta Section 1 Rp726 miliar dan lainnya.
Sampai dengan September 2018, perolehan kontrak baru Perseroan didominasi dari proyek BUMN sebesar Rp17,12 triliun atau 52,78%, disusul oleh proyek Swasta sebesar Rp11,05 triliun atau 34,05% dan proyek APBN/Pemerintah sebesar Rp4,27 triliun atau 13,17% dari total perolehan kontrak baru.
Sedangkan perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu Gedung sebesar 41,14%, Airport sebesar 18,66%, Jalan dan Jembatan sebesar 12,24%, Port sebesar 10,87%, Power Plant sebesar 7,50%, Oil and Gas sebesar 4,73% dan sisanya dikontribusi oleh Industri sebesar 2,66%, DAM 1,93% dan Kereta Api sebesar 0,27%. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved