Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Daya Saing Indonesia berada di peringkat 45 dari 140 negara pada Global Competitiveness Index 4.0 yang dirilis World Economic Forum (WEF) di Jenewa, Swiss, Selasa (16/10) waktu setempat.
Peringkat Indonesia ini lebih baik jika dibandingkan tahun lalu yang berada di posisi 47. Namun, masih berada di bawah Malaysia dan Thailand yang masing-masing menempati peringkat 25 dan 38.
Laporan yang dikeluarkan World Economic Forum kali ini agak sedikit berbeda dibanding tahun lalu. Perubahaan metodologi dalam pemeringkatan WEF kali yang lebih berorientasi menuju pertumbuhan berbasis teknologi di masa depan, juga telah menggusur Swiss di peringkat pertama daya saing global yang telah bertengger selama sembilan tahun berturut-turut ke peringkat keempat, digantikan oleh Amerika Serikat.
Peringkat tahun lalu, dengan metodologi yang berbeda, menempatkan Amerika Serikat di posisi kedua ekonomi paling kompetitif di dunia. Tahun ini, peringkat kedua diduduki oleh Singapura, posisi ketiga ditempati Jerman, disusul Swiss dan Jepang. "AS mendapat nilai 85,6 yang pada dasarnya berarti itu masih sekitar 14 poin dari batas daya saing," kata Saadia Zahidi, seorang anggota dewan pelaksana WEF.
Laporan daya saing global 2018, menyebutkan bahwa di tengah perubahan teknologi yang cepat, polarisasi politik dan pemulihan ekonomi yang rapuh, sangat penting untuk mendefinisikan, menilai, daan mengimplementasikan jalur baru pertumbuhan dan kemakmuran. Produktivitas menjadi penentu paling penting dalam pertumbuhan dan pendapatan jangka panjang. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved