Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK pekerjaan Kereta Api Trans Sulawesi dipastikan terus berlanjut. Setelah memastikan progres tahap pertama dan kedua di angka 90%, pekerjaan bakal lanjut ke tahap ketiga.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Nur Setiawan Sidik, menjelaskan, khusus untuk tahap ketiga, pekerjaan akan masuk di daerah Pangkep dan Maros dengan panjang sekitar 64 km.
"Tahap tiga kita lanjut Pangkep dan Maros sekitar 64 km. Tahap pertama sekitar 47 km, jadi total 110'an km yang akan kita sentuh dengan anggaran yang tersedia," ungkap Setiawan, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (16/10).
Anggaran yang dialokasikan tahap tiga sekitar Rp2,9 triliun. "Total anggaran Rp2,9 triliun untuk tahap tiga, sedang pada tahap satu dan dua sebesar Rp2,3 triliun," katanya.
Meski begitu, ia mengaku untuk target pekerjaan, efektifnya baru akan dimulai awal 2019 mendatang. Sebab sampai akhir tahun ini, pihaknya masih konsen menyelesaikan masalah lahan.
"Untuk lahan tahap pertama dan kedua sudah 90%. Kalau untuk tahap ketiga sekarang masih proses apraisal. Doakan lahan bisa cepat selesai, karena ini memang tidak mudah," katanya.
Pekerjaan fisik ke arah Parepare akan tetap berjalan, meski yang diprioritaskan tetap arah dari Pangkep ke Maros. "Bukan berarti Parepare ditinggalkan, tetap jalan. Tapi pekerjaan kesana alamnya cukup berat. Jadi trase kita juga berat kesitu. Sehingga ada beberapa yang perlu kami evaluasi lagi, sekarang menunggu arahan pimpinan," jelasnya.
Ia juga mengaku untuk konsepnya, akan menggunakan terowongan dan laut. Sebab jika mengikuti konsep awal yang hanya menggunakan terowongan, terlalu panjang.
"Kalau terowongan semua, panjangnya lebih 10 km, terlalu mahal. Makanya konsepnya kami arahkan lewat laut, dan sisanya terowongan sekitar 3 km. Tapi konsep ini masih kami evaluasi, belum final," lanjutnya.
Terkait, target pemanfaatan kereta api sebagai angkutan logistik, sejauh ini sudah melalui proses MoU dengan dua pabrik semen, Tonasa dan Bosowa.
"MoU sudah ada dengan dua pabrik semen itu bahwa mereka akan memanfaatkan kereta api mengangkut semen ke pelabuhan Garongkong. Insha Allah, mudah-mudahan ini bisa terealisasi," pungkasnya.
Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, mengatakan pihaknya sedang mendorong percepatan pembangunan tersebut. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan kepala daerah yang dilintasi rel kereta api.
"Saya akan coba berkoordinasi semua, kompak kita untuk membantu balai perkeretapaian untuk menyelesaikan seluruh perencanaan-perencanaan yang ada, supaya kereta bisa cepat dimanfaatkan masyarakat," paparnya.
Nurdin menambahkan, jika ini bisa angkutan massal cepat terealisasi, maka kemacetan jalan dipastikan akan berkurang.
"Kecepatannya juga cukup tinggi 200 km/jam itu. Langsung angkutan publik bukan hanya untu logistik. Tadi sudah ngomong seperti itu," imbuhnya.
Dia berharap pengerjaan jalur Makassar-Pallanroe diselesaikan terlebih dulu, khususnya yang terkait dengan berbagai hambatan, seperti jalur yang melintasi kuburan.
"Kan itu bisa dibicarakan, selama kepala daerah aktif pasti cepat. Anggaran tidak ada kendala, aman, pembebasan lahan 90 persen sudah rampung," tambahnya.
Nurdin berjanji dirinya dan 5 kepala daerah yang wilayahnya dilewati jalur kereta api, akan terus mengawal pembangunan tersebut.
"Karena ini trans Sulawesi. Bagus sekali jika ini bisa dipercepat sampai Manado. Jadi kita bisa terakses dengan cepat semuanya," tutup Nurdin. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved