Menkeu Sebut Neraca Sektor Nonmigas Membaik

Rudy Polycarpus
15/10/2018 19:05
Menkeu Sebut Neraca Sektor Nonmigas Membaik
(ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyambut optimis neraca perdagangan pada September 2018 yang tercatat surplus sebesar US$230 juta.

Menurutnya, surplus neraca dagang ini disebabkan sektor ekspor nonmigas yang tercatat masih positif, walau mengalami penurunan dari bulan sebelumnya.

Meski aspek migas masih tercatat negatif, ia berharap kebijakan penerapan bahan bakar biodiesel 20% atau B20 bisa menurunkan konsumsi migas.

"Nanti akhir tahun bisa tercapai positif. Tetapi trennya sudah benar, meski rate-nya harus akselerasi lebih cepat," jelasnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (15/10).

Di sisi lain, ia juga menilai kebijakan menaikkan tarif pajak penghasilan (PPh) impor sudah berada pada trek yang benar. Hal itu tampak menurunnya nilai impor pada September.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) total impor Indonesia di September 2018 sebesar US$ 14,60 miliar atau menurun sebesar 13,8% dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, Sri Mulyani menilai tingkat pertumbuhannya secara tahunan masih terlalu tinggi.

"Impor walaupun growth-nya turun, tapi yoy (year on year) masih 14%, itu masih terlalu tinggi," imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia berharap ekspor industri manufaktur bisa bertumbuh lebih cepat.

"Karena pertumbuhan ekspornya masih sangat kecil, belum meningkat," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya