Menkeu Sebut Tiga Tantangan Eksternal Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Antara
09/10/2018 21:03
Menkeu Sebut Tiga Tantangan Eksternal Bagi Pertumbuhan Ekonomi
(ANTARA)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan tentang adanya risiko yang berpotensi menghambat kinerja pertumbuhan ekonomi pada 2019, salah satunya berasal dari kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).

"Kami menganggap, risiko yang berasal dari The Fed masih sangat ada, karena mereka menyampaikan akan tetap menaikkan suku bunga tahun depan," kata Sri Mulyani saat berbincang dengan Antara di Nusa Dua, Bali, hari ini.

Sri Mulyani menjelaskan kenaikan suku bunga The Fed ini dapat menyebabkan penguatan dolar AS serta membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal dan membuat investasi menjadi tertahan serta tidak mampu tumbuh sesuai potensinya.

Selain itu, risiko dari terjadinya perang dagang antarnegara maju masih menjadi isu utama dalam perekonomian global pada 2019 karena hal ini dapat menciptakan ketidakpastian terhadap kinerja ekspor impor yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

"Risiko dari 'trade war' masih sangat nyata, bahkan mungkin ada eskalasi karena semakin politis, berarti ini akan menciptakan ketidakpastian terhadap ekspor," ujarnya.

Ia menambahkan risiko eksternal lainnya terkait dengan situasi geopolitik yang bisa berpengaruh kepada harga komoditas global seperti minyak dunia.

Meski demikian, Sri Mulyani masih optimistis kinerja pertumbuhan ekonomi pada 2019 bisa mencapai 5,3 persen karena adanya peningkatan konsumsi yang didukung oleh inflasi rendah serta belanja yang meningkat jelang penyelenggaraan pemilu.

"Tahun depan kita tetap 5,3 persen, tapi risiko terhadap tingkat pertumbuhan itu makin meningkat, dan kita harus waspada terhadap itu. Mungkin semester satu akan lebih 'bumpy' karena ada 'spill over' dari kenaikan suku bunga AS, namun kuartal dua atau semester dua, jauh lebih stabil," katanya.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam publikasi terbaru menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2018 dan 2019, dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen, karena adanya beberapa risiko yang mulai berdampak nyata.

Dalam laporan "World Economic Outlook" tersebut, Indonesia diproyeksikan hanya tumbuh sebesar 5,1 persen dalam periode 2018-2019. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya