Bank Indonesia Dinilai Masih Perlu Naikkan Suku Bunga

Yanurisa Ananta
09/10/2018 19:08
Bank Indonesia Dinilai Masih Perlu Naikkan Suku Bunga
(MI/Panca Syurkani)

BANK Indonesia (BI) dinilai masih perlu menaikkan suku bunga acuan. Suku bunga di level 5,75% dianggap masih perlu dinaikkan guna menyesuaikan rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed keempat kalinya tahun ini. Suku bunga acuan yang baru saja dinaikkan September lalu belum cukup melindungi rupiah dari pelemahan.

"BI memang masih memerlukan kenaikan suku bunga lagi, supaya tidak mengalami (behind the curve). Suku bunga acuan 5,75% belum cukup memroteksi rupiah," kata pakar ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM), A. Tony Prasetiantono, saat dihubungi, Selasa (9/10).

Dana Moneter Internasional ( IMF) memprediksi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) pada tahun ini. IMF memerkirakan The Fed akan menaikkan suku bunganya pada Desember 2018 mendatang. Kepala ekonom IMF Maurice Obstfeld menyatakan, kenaikan suku bunga AS dalam laju yang cepat ini sejalan dengan perbaikan ekonomi yang dialami AS.

Padahal, menurut Tony, The Fed belum tentu harus menaikkan suku bunga acuan karena inflasi AS sudah mulai menurun dari 2,9% menjadi 2,7%. Dengan inflasi 2,7% suku bunga The Fed bisa saja dinaikkan hingga 3% saja, tidak perlu sampai 3,25%.

"Ini akan membuat tekanan terhadap rupiah bisa sedikit direlaksasi. Apalagi jika ternyata inflasi AS bisa ditekan menjadi 2,5%, maka suku bunga acuan cukup 2,75% pada tahun depan. Semua kemungkinan ini masih terbuka." pungkasnya.

Pengamat Pasar Modal Satrio Utomo memperkirakan pasar, baik rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan tetap tegang. Situasi pasar yang fluktuatif baru akan berubah bila pasar sudah tidak ketakutan.

"Untuk jangka pendek IHSG trennya naik cuma kita belum tahu seberapa lama. Rupiah masih ada di level yang tidak terlalu bagus masih akan di atas Rp15.100 per dolar. Belum ada pembalikan arah. Kita cuma bisa menunggu ketakutan pasar selesai." ujarnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya