Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH membuat berbagai macam kebijakan untuk kemudahan berinvestasi dan masuknya investasi langsung asing ke Indonesia. Dari perspektif investor, hal yang mereka amat butuhkan untuk keberlangsungan bisnis antara lain stabilitas politik dan transparansi.
Dimanapun negara di dunia untuk investor yang penting adalah stabilitas politik dan transparansi. Kami melihat Indonesia dalam 15 tahun terakhir semakin membaik dari tahun ke tahun,” ujar Wajih Malki, perwakilan investor dari EBD Paragon, ditemui di Nusa Dua, Bali , Selasa (9/10).
Mereka melihat pemerintah komitmen ke pengembangan pariwisata, punya rencana, proyeksi dan memastikan investor aman.
Perusahaan asal Los Angeles California AS ini masuk pertama kali ke Indonesia pada Agustus 2015. Mereka beroperasi sejumlah negara di seluruh dunia, dengan dua lokasi basis operasi terdekat dari Indonesia ada di Arab Sudi untuk Timur Tengah, dan Manila Filipina untuk Asia Tenggara.
Telah beroperasi di kawasan Asia Tenggara selama 20 tahun, mereka bergerak pada di infrastruktur dan real estate, dan sudah mengikuti perkembangan ekonomi Indonesia. Menurutnya, perkembangan Indonesia sangat menjanjikan dalam 15 tahun terakhir.
“Kami melihat progress yang signifikan. Indonesia punya lingkungan kondusif untuk berinvestasi. Sayangnya belum banyak orang yang tahu tentang potensi Indonesia ini,”
Mereka melihat kesempatan itu dan memutuskan untuk mengunjungi Indonesia. Dia ceritakan, begitu melihat lokasi untuk investasi, mereka ingin memiliki proyek yang berdampak besar di proyek pertama mereka. Maka di Mandalika, mereka berinvestasi dalam infrastruktur air bersih dan perhotelan.
“Kami memutuskan berinvestasi di proyek air bersih karena kami tahu laut Lombok belum memiliki sistem proses air yang memadai, walaupun sejumlah hotel di sana masih banyak yang belum jadi kami ingin menyiapkan infrastrukturnya dulu,”
Sebagai komitmen, mereka menandantangani 50 tahun izin konsesi dengan ITDC untuk menjadi penyedia air bersih di Mandalika dan berkomitmen untuk investasi sebesar US $ 21 juta dolar di seluruh hotel di Mandalika.
Saat ini masih ada sekitar 2.000 kamar hotel yang sedang dibangun di sana. Mereka sudah berkomitmen menyediakan air bersih untuk sekitar 10.500 kamar hotel resort di Mandalika.
Februari lalu, mereka juga menyiapkan lahan sekitar 7,6 hektar di Mandalika bekerjasama dengan lisensi Paramount Pictures, untuk pembangunan Paramount Hotel yang pertama di Asia Tenggara. Total investasi sebesar US $ 88 juta. Strategic parter yang mereka gandeng yaitu PT PP Property.
Selama ini mereka menggunakan skema 100% investasi langsung baik untuk investasi di penyediaan infrastruktur air bersih dan hotel , untuk mengenal pasar terlebih dahulu. Kemudian mereka selanjutnya melepas sebagian saham mereka dengan partner.
“Untuk Paramount Hotel, saat ini PT PP Property langsung memiliki 40 persen kepemilikan. Di investasi sisi air bersih , total US $ 21 miliar. Juni lalu teken kerja sama strategis dengan Adhi Karya yang akhirnya memiliki 25% dari share kepemilikan perusahaan air bersih. Jadi total kepemilikannya 75 persen kami, 25 persen Adhi Karya,” tukas Wajih Malki. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved