Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo memprediksi bahwa gelaran IMF-WB Annual Meetings di Bali yang berlangsung mulai hari ini hingga 15 Oktober mendatang akan menambah penerimaan pajak sebesar Rp800 miliar hingga Rp1 triliun.
"Kalau dihitung sekitar Rp800 miliar - Rp1 triliun. Tapi itu termasuk pajak atas pembangunan infrastrukturnya," kata Yustinus kepada Media Indonesia, Senin (8/10).
Selain pajak atas pembangunan infrastruktur, pajak-pajak yang akan muncul, yakni PPh UMKM, PPN, pajak daerah (pajak restoran dan pajak hotel) dan PPh final konstruksi. "Itu berdasarkan pada estimasi belanja. Pajak yang paling dominan adalah pajak daerah dan PPN," katanya.
Untuk diketahui, hingga akhir September 2018, penerimaan pajak mencapai Rp 900,82 triliun atau 63,26% dari target APBN sebesar Rp 1.424 triliun. Sebelumnya, Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan bahwa realisasi penerimaan pajak hingga akhir September menunjukkan tren yang terus membaik.
Robert pun mengatakan bahwa penerimaan pajak di akhir tahun diproyeksikan akan lebih besar lagi. Ada sejumlah hal yang bisa menambah penerimaan pajak dalam tiga bulan ke depan, salah satunya gelaran IMF - WB Annual Meetings pun akan bisa menambah penerimaan pajak di akhir tahun.
Diakui Yustinus, gelaran IMF - WB tidak terlalu signifikan untuk menambah penerimaan pajak. Namun, sambungnya, penambahan penerimaan pajak itu bisa berasal dari dampak lanjutan gelaran IMF - WB. "Misalnya ada investasi baru dan lainnya," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved