Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, dan sekitarnya di Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat industri kakao dalam negeri kelimpungan.
Pasalnya, provinsi tersebut merupakan sentra produsen kakao terbesar bagi Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Pieter Jasman mengungkapkan, pada tahun ini produksi kakao ditargetkan mencapai 250 ribu ton. Dari total itu, 28% atau sebanyak 70 ribu ton berasal dari Sulteng.
"Pasti ada koreksi proyeksi produksi. Dengan kondisi Sulteng seperti sekarang, bisa jadi setahun ini produksi hanya 200 ribu ton," ujar Pieter kepada Media Indonesia, kemarin.
Dengan berkurangnya produksi, tambahan volume impor menjadi satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.
Berdasarkan data AIKI, total kebutuhan kakao untuk industri sebesar 450 ribu ton per tahun. Sementara itu, produksi kakao dalam negeri hanya 250 ribu ton.
"Biasanya per tahun kami impor 200 ribu ton. Sekarang pasti bertambah," tuturnya.
Ia pun meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk bergerak cepat melakukan pendataan terhadap lahan yang rusak dan memberikan bantuan kepada seluruh petani yang terdampak bencana.
"Bibit, pupuk, tenaga ahli, itu adalah tiga hal yang sangat diperlukan untuk rehabilitasi nantinya," ucapnya.
Pembenahan infrastruktur di wilayah setempat juga mesti dilakukan secara maksimal untuk menghidupkan kembali geliat industri di daerah tersebut.
Sedianya, industri kakao Indonesia memiliki kapasitas produksi mencapai 800 ribu ton per tahun. Namun, utilisasi baru mencapai 450 ribu ton atau 60% dari kemampuan maksimal.
Hal itu terjadi lantaran produksi bahan baku yakni biji kakao yang sangat terbatas sehingga pasokan harus didatangkan dari luar negeri.
Kementerian Pertanian berkomitmen untuk memulihkan kembali aktivitas pertanian di daerah terdampak bencana. Namun, upaya tersebut akan dilakukan setelah masa tanggap darurat dan proses evakuasi selesai dilakukan.
Kementan juga akan mengeluarkan anggaran khusus untuk merehabilitasi lahan pertanian yang rusak.
Siapkan pelatihan
Upaya memulihkan ekonomi masyarakat korban bencana juga dilakukan Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM).
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) KUKM Rully Nur-yanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan program pelatihan untuk dapat diimplementasikan pada tahun anggaran 2019.
Bidang program pelatihan akan mengikuti potensi yang terdapat di daerah setempat.
"Kami melihat kopi bisa jadi bidang pelatihan yang potensial di sana. Kain tenun juga bisa jadi pilihan di Donggala," ujar Rully di kantornya, kemarin.
Program pelatihan di daerah pascabencana sedianya memang telah memiliki alokasi khusus di badan Deputi Pengembangan SDM Kementerian KUKM. Setiap tahun sudah disiapkan alokasi khusus untuk kegiatan tersebut. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved