Dana Filantropis Perkuat Pembangunan

(Aya/E-1)
06/10/2018 07:10
Dana Filantropis Perkuat Pembangunan
(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

PEMERINTAH membuka kesempatan bagi dana-dana dari para filantrop yang ingin terlibat dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Hal itu dapat dilakukan melalui platform Sustainable Development Goals (SDG) Indonesia One yang dibangun badan usaha milik negara (BUMN) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Menteri Keuangan Sri Mul-yani Indrawati mengatakan sering kali hasil program filantropis yang dilakukan sendiri sangat minimal.

"Mereka (para filantrop) makin menyadari dampak kegiatan filantropis sering sangat minimal. Bahkan tidak dirasakan sehingga mereka juga struggle mewujudkan keinginan untuk jadi sesuatu yang benar-benar berarti," papar Sri Mulyani dalam sambutannya saat peluncuran SDG Indonesia One di Jakarta, kemarin.

Indonesia One merupakan platform kerja sama pendanaan terintegrasi yang bersumber dari privat, filantrop, lembaga donor, lembaga keuangan multilateral dan bilateral, perbankan, asuransi, dan investor. Tercatat, komitmen dana yang telah siap dikucurkan melalui platform itu sebesar US$2,3 miliar atau setara dengan Rp34,5 triliun.

"Ujiannya bagi PT SMI bisa aktualisasi dengan dana yang sudah terkumpul. Para stakeholder akan semakin fleksibel dan punya keuangan yang lebih canggih," imbuh Sri.

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini mengatakan ada empat tipe produk yang bisa masuk platform tersebut, yakni hibah, pinjaman dan ekuitas, bantuan teknis, peningkatan kapasitas, dan penelitian.

PT SMI berlaku sebagai financial intermediary, mitra, manajer investasi, co-financed, sponsor, investor, dan lembaga pelaksana.

Dalam waktu dekat, platform itu akan dimanfaatkan untuk mendukung proses rekonstruksi dan rehabilitasi di Palu, Donggala, Sigi, dan Lombok.

Selain itu, memperkecil disparitas pembangunan pusat dan daerah. Dana Filantropis Perkuat Pembangunan

PEMERINTAH membuka kesempatan bagi dana-dana dari para filantrop yang ingin terlibat dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Hal itu dapat dilakukan melalui platform Sustainable Development Goals (SDG) Indonesia One yang dibangun badan usaha milik negara (BUMN) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Menteri Keuangan Sri Mul-yani Indrawati mengatakan sering kali hasil program filantropis yang dilakukan sendiri sangat minimal.

"Mereka (para filantrop) makin menyadari dampak kegiatan filantropis sering sangat minimal. Bahkan tidak dirasakan sehingga mereka juga struggle mewujudkan keinginan untuk jadi sesuatu yang benar-benar berarti," papar Sri Mulyani dalam sambutannya saat peluncuran SDG Indonesia One di Jakarta, kemarin.

Indonesia One merupakan platform kerja sama pendanaan terintegrasi yang bersumber dari privat, filantrop, lembaga donor, lembaga keuangan multilateral dan bilateral, perbankan, asuransi, dan investor. Tercatat, komitmen dana yang telah siap dikucurkan melalui platform itu sebesar US$2,3 miliar atau setara dengan Rp34,5 triliun.

"Ujiannya bagi PT SMI bisa aktualisasi dengan dana yang sudah terkumpul. Para stakeholder akan semakin fleksibel dan punya keuangan yang lebih canggih," imbuh Sri.

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini mengatakan ada empat tipe produk yang bisa masuk platform tersebut, yakni hibah, pinjaman dan ekuitas, bantuan teknis, peningkatan kapasitas, dan penelitian.

PT SMI berlaku sebagai financial intermediary, mitra, manajer investasi, co-financed, sponsor, investor, dan lembaga pelaksana.

Dalam waktu dekat, platform itu akan dimanfaatkan untuk mendukung proses rekonstruksi dan rehabilitasi di Palu, Donggala, Sigi, dan Lombok.

Selain itu, memperkecil disparitas pembangunan pusat dan daerah.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya