KALANGAN perbankan syariah tengah berfokus pada penurunan pembiayaan bermasalah (nonperforming financing/NPF). Pasalnya, rasio pembiayaan bermasalah bank umum syariah (BUS) hampir mendekati ambang 5%. Sesuai data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2015, NPF berada di level 4,87%. Besaran rasio pembiayaan kurang sehat itu melonjak dari posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,01%. "Tahun ini, kami targetkan bisa menagih pembiayaan bermasalah sekitar Rp400 miliar. Kami juga serius mengelola nasabah yang kolektibilitas pembiayaannya berpotensi turun," ujar Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Agus Sudiarto di Jakarta, Senin (23/3). BSM pun memetakan nasabah yang pembiayaannya bermasalah dalam 4 kelompok, sekaligus mengelola nasabah yang kolektibilitas pembia-yaannya berpotensi jatuh.
Pertama, nasabah yang cenderung turun karena teknikal, yakni arus kasnya tidak sesuai dengan tanggal jatuh tempo pembayaran. Kedua, nasabah yang telah direstrukturisasi. Ketiga, nasabah yang berpotensi masuk program restrukturisasi. Keempat, nasabah yang cenderung jatuh dan sulit dipertahankan. Dengan pemetaan tersebut, lanjut Agus, dipastikan strategi penanganan (account strategy) dapat dieksekusi dengan tepat dan efektif. BSM terus membenahi proses bisnis di setiap tingkatan, yakni lini depan, lini tengah, hingga lini belakang. "Semua unit di BSM akan bahu-membahu untuk mengatasi NPF dan memerangi fraud, sekaligus meningkatkan kualitas pembiayaan," kata Agus.
Ia menyebut BSM memiliki tiga satuan tugas financing recovery division (FRD). Untuk meningkatkan perbaikan kolektibilitas pembiayaan dan pemulihan write off, kata Agus, BSM membentuk bad bank sebagai unit sentralisasi penanganan NPF, dan write off yang dijalankan regional representative finan-cing recovery (R3). Guna mempercepat perbaikan NPF, BSM mengimplementasikan Gerakan Sikat 1 Triliun (Ges1t). Ke depan, Agus menuturkan pihaknya akan menyasar target pasar secara selektif yang sesuai dengan kebutuhan nasabah di setiap segmen, antara lain segmen konsumer, komersial, dan korporasi.