Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) meminta kepastian terkait rencana penyuntikan modal PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) dari pemegang sahamnya. Ketua OJK Wimboh Santoso mempersilakan semua pihak mengajukan suntikan modal ditandai dengan surat resmi, bukan hanya mengatakan kepada media.
"Sampai saat ini belum terima surat. Mana kopinya kalau sudah ada surat? Jangan koar-koar tapi tidak jadi. Kita tidak mau itu terjadi lagi. Nanti mempengaruhi kredibilitasnya di mata OJK," kata Wimboh di Kantor OJK, Jakarta, Kamis (4/10).
Sebelumnya, Bank Muamalat memperbaiki skema tukar aset bermasalah dengan surat berharga (swap asset) untuk menambah permodalan, namun ditolak oleh OJK. Kini, Bank Muamalat berstrategi dengan berencana menyuntik modal dari konsorsium yang dikepalai Ilham Habibie.
Konsorsium ini berasal dari pemodal dalam maupun luar negeri yang terdiri dari Ilham Habibie, pengusaha Arifin Panigoro, Lynx Asia Singapura, dan SSG Capital Hong Kong. Mereka sepakat untuk menyuntikkan modal kepada Bank Muamalat sebesar Rp2 triliun.
"Dari konsorsium itu kan ada anggotanya, asal disetujui anggota. Anggota memang harus memiliki uang yang ditentukan dalam escrow account yaitu Rp4 triliun," ujar Wimboh.
Menurut Wimboh, setelah diterima surat resmi pengajuan permodalan oleh konsorsium baru OJK bisa berbicara lebih serius. Wimboh melanjutkan, dalam surat harus jelas ditentukan siapa ketua konsorsium. Surat harus dikirim oleh pemegang saham pengendali atau yang ditunjuk diberikan hak oleh pemegang saham pengendali untuk mewakilinya.
"Kalau orang bicara dia punya uang ya silakan saja. Tapi kalau sudah ada surat, baru kita bicara serius," tambah Wimboh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved