Utang Kredit Bank Dihapuskan

Andhika Prasetya
04/10/2018 00:45
 Utang Kredit Bank Dihapuskan
( ANTARA FOTO/Sigid Kurniawa)

PEMERINTAH terus mendo-rong proses pemulihan perekonomian pascabencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tenggara (Sulteng).

Salah satunya dengan menghapuskan utang kredit bagi debitur yang terdampak bencana. Kebijakan serupa pernah dilakukan pemerintah saat menangani proses pemulihan ekonomi pascagempa Yogyakarta 2003 dan tsunami Aceh 2004.
Menteri Keuangan Sri Mulyani me­­ngatakan program pemulihan ekonomi di Sulteng dilakukan seca­­ra bertahap.

“Tindakan untuk mengembalikan kegiatan ekonomi sama se­­perti yang bisa dilakukan sebelum­nya. Semua kredit-kredit terhadap per­bankan itu bisa dihapuskan sehingga itu tidak menimbulkan be­ban,” kata Sri Mulyani di Jakarta, kemarin.
Pemerintah juga akan memberikan fasilitas secara langsung kepada masyarakat terdampak bencana se­­perti kredit pembiayaan melalui ultramikro, maupun kredit usaha rakyat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku sedang mendata debitur yang mengambil pinjaman pada perbankan di daerah yang terdampak musibah gempa.

“Kami sedang evaluasi datanya. Nanti akan diberikan relaksasi aturannya untuk daerah terdampak, seperti halnya untuk Lombok,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbank­an OJK Heru Kristiyana,saat dihubungi,kemarin.

Menkeu juga menjelaskan peme­rintah akan melihat pihak yang menjadi kontraktor dalam tahap rekonstruksi sehingga bisa turut menimbulkan kegiatan ekonomi.

Program untuk mengembalikan aktivitas ekonomi di Palu, lanjut Sri Mulyani, akan dilakukan setelah fo­kus untuk menciptakan kondisi keamanan masyarakat terdampak bencana selesai dilakukan.

Beroperasi terbatas
Direktur Bank BTN Dasuki Amsir mengatakan bahwa operasional kantor cabang di daerah terdampak  berangsur normal. Setidaknya empat outlet Bank BTN dinyatakan sudah dapat melayani nasabah secara terbatas.

“Bersama dengan tim gabungan BCM (business continuity management) BTN dan dukungan BUMN lain di lokasi terdampak, kita sudah dapat membuka layanan di empat outlet yang beroperasi secara terbatas,” kata Dasuki.

Bank BTN di Sulteng memiliki 36 ribu nasabah dengan 12 ribu diantaranya merupakan debitur yang memiliki outstanding kredit mencapai Rp1 triliun.

Direktur Utama PLN Sofyan Basyir menegaskan tugas PLN saat ini fokus untuk memulihkan kembali kelistrikan Sulteng. Tunggakan pembayaran listrik bisa diselesaikan kemudian.

“Kita harus diskusikan dengan Menteri ESDM dan Menteri BUMN dulu  (soal denda dan iuran listrik masyarakat Palu-Donggala). Yang penting kita selamatkan dulu masyarakat kita dengan mengurangi bebannya seringan mugkin,” ujar Sofyan di Palu, kemarin.

Sofyan mengatakan transmisi eksisting dalam kondisi hancur termasuk PLTU yang memiliki da­ya 55 Mw serta 5 gardu induk. Sam­­pai sejauh ini perbaikan sudah berhasil dilakukan dengan mencapai 40%.

“Gardu induk saat ini sudah normal 3 dari 7. Dan untuk pembangkit itu akan lama perbaikannya sehingga kita suntik lewat genset. Kalau mau pasang listrik, kita pasang semua gratis,” tandasnya. (Cah/Try/E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya