Konsorsium akan Suntik Dana Segar ke Bank Muamalat

(Try/E-3)
04/10/2018 00:30
Konsorsium akan Suntik Dana Segar ke Bank  Muamalat
(Antara)

KOMISARIS Utama Bank Muamalat Ilham Habibie yang memimpin konsorsium investor berkomitmen untuk melakukan sejumlah upaya penguatan pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat).
Hal itu dilakukan lantaran Bank Muamalat sebagai bank pertama murni syariah yang memiliki nilai historis dan emosional bagi umat Islam di seluruh Indonesia.

“Konsorsium akan melakukan serangkaian penguatan, salah satunya ialah penyuntikan dana segar melalui right issue,” ujar Ilham melalui rilis yang diterima, Rabu (3/10).

Sebagai informasi, Ilham sebagai Komisaris Utama Bank Muamalat ditunjuk untuk memimpin konsor­­sium investor yang terdiri atas di­­rinya, Lynx Asia, SSG Capital, dan keluarga Panigoro.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana menyampaikan, adanya kepastian konsorsium investor yang telah masuk ter­­sebut akan sangat membantu pe­­nguatan Bank Muamalat saat ini dan rencana bisnis ke depannya.

“Kami yakin dengan kehadiran Ilham Habibie yang memimpin konsorsium investor akan memberikan keyakinan kepada para nasabah dan pemangku kepentingan Bank Mua­malat,” kata dia.

Dia melanjutkan, sebagai bagian dari rencana penguatan Bank Muamalat, pihaknya akan menggelar ra­­pat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 Oktober 2018 yang salah satu agendanya ialah right issue.

“Ke depan, perseroan optimistis permodalan Bank Muamalat akan semakin kuat dan stabil sehingga upaya perseroan untuk melakukan ekspansi pembiayaan dapat ber­­jalan dengan baik,” tutup Permana.

Saat ini Bank Muamalat membutuhkan suntikan dana untuk bisa berekspansi usaha. Bank Muamalat menghadapi masalah permodalan sejak 2015. Puncaknya pada 2017, rasio kecukupan modal (capital ade quacy ratio/CAR) turun menjadi 11,58%.

Kinerja Bank Muamalat tergerus oleh lonjakan pembiayaan bermasalah (non-performing finance/NPF). NPF bank syariah itu bahkan sempat di atas 5%, lebih tinggi daripada batas maksimal ketentuan regulator. Akan tetapi, pada kuartal I 2018 NPF bank tersebut membaik ke level 4,76%. (Try/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya