Perkuat Infrastruktur Tahan Bencana

(Nur/E-2)
03/10/2018 22:45
Perkuat Infrastruktur Tahan Bencana
()

KEPALA Badan Koordinasi ­Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan Indonesia sudah saatnya mengambil pelajaran dari bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, serta Palu dan Donggala di Sulawesi Tenggara, dengan memperkuat infrastruktur yang tahan gempa.

Atas dasar itulah, dia berencana memanfaatkan pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 untuk membahas pembangunan infrastruktur tahan bencana alam, khususnya gempa. Thomas menjelaskan bahwa BKPM bekerja sama dengan PT Bank HSBC Indonesia akan menyelenggarakan Forum Infrastruktur di Ayana Hotel, Jimbaran, Bali, pada 11 Oktober 2018, sebagai rangkaian kegiatan pertemuan tahunan tersebut.

“Event HSBC-BKPM tentunya adalah soal pembiayaan infrastruktur. Aspek yang jadi menarik bagaimana memastikan infrastruktur dari kemungkinan bencana alam. Saya pribadi ingin memanfaatkan peluang IMF-WB untuk membicarakan aspek bencana,” kata Thomas kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/10).

Thomas menjelaskan seiring dengan bertumbuhnya ekonomi serta kondisi geografis Indonesia, industri sektor penanggulangan bencana harus mendapat perhatian, baik dari sisi pendanaan maupun sektor keuangan secara umum. Dari segi pembiayaan, Thomas menambahkan industri penanggulangan bencana dapat dimulai dari inovasi produk keuangan, seperti asuransi terhadap kesiapan bencana. “Ini mungkin bisa dibantu dari sektor keuangan melalui kalkulasi hitungan dalam kriteria pendanaan, asuransi kesiapan bencana, misalnya bagaimana mendanai stok-stok barang yang diperlukan,” ungkapnya.

Infrastructure Forum yang akan digelar di Bali nanti diharapkan dapat mendorong sektor swasta berperan dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Kegiatan itu direncanakan dibuka secara langsung oleh ­Presiden Joko Widodo, yang selanjutnya diisi dengan sesi panel dari BKPM, BI, OJK, dan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri. Sesi panel selanjutnya antara lain diisi perwakilan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Price Waterhouse Coopers Indonesia. (Nur/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya