ADA yang bilang bisnis yang baik itu tercipta dari karakter yang baik. Ternyata pepatah itu benar! Sebuah penelitian yang dilakukan KRW International menemukan adanya hubungan antara performa perusahaan dan integritas chief executive officer (CEO).
Perusahaan yang memiliki CEO dengan karakter yang disegani ternyata mempunyai performa yang lebih baik ketimbang perusahaan dengan karakter CEO yang dianggap biasa saja. Karyawan ternyata lebih bersemangat ketika bekerja untuk pemimpin yang mereka kagumi.
"Saya terkejut dan berusaha menemukan penjelasan logis dari hasil penelitian ini," ujar pendiri KRW, Fred Kiel, kepada Harvard Business Review, Selasa (24/3).
Penelitian itu menemukan 10 CEO dengan skor integritas paling tinggi ialah para CEO yang sudah dikenal sebagai pemimpin hebat oleh masyarakat luas. Ada Dale Larson, CEO Larson Manufacturing Company; Sally Jewell, mantan CEO REI; dan Charles Sorenson, CEO Intermountain Healthcare.
Mereka dikenal karyawan sebagai orang yang berintegritas tinggi, menunjukan sikap kepedulian, memiliki rasa empati, dan mampu bangkit dari kegagalan. Dalam penelitian KRW, para CEO itu juga mendapatkan skor tinggi untuk kategori visi, strategi, dan akuntabilitas.
Sebaliknya, 10 CEO dengan skor terendah justru cenderung angkuh, tidak mau menerima kritik, dan lebih sibuk mencari keuntungan finansial bagi diri mereka sendiri.
Riset itu dilakukan dengan meminta pendapat para karyawan di 84 perusahaan Amerika tentang kualitas karakter CEO dan manajer mereka dalam hal integritas, tanggung jawab, toleransi, dan keperdulian. Hasil penelitian lalu dibandingkan dengan laporan finansial perusahaan untuk melihat korelasi kualitas CEO dengan peforma perusahaan.
Perusahaan yang dipimpin CEO dengan karakter yang dikagumi karyawannya rata-rata memiliki tingkat pengembalian aset (ROA) sebesar 9,35% dalam rentang waktu dua tahun. Sebaliknya, perusahaan yang dipimpin CEO yang tidak terlalu dikagumi hanya memiliki ROA 1,93% per dua tahun.
Menariknya, pemimpin dengan skor kualitas karakter yang rendah cenderung memberikan skor nilai yang lebih tinggi untuk diri mereka sendiri jika dibandingkan dengan skor yang diberikan karyawan mereka. Sementara itu para CEO hebat memberikan skor untuk diri mereka sendiri lebih rendah daripada skor yang diberikan oleh karyawan.
Fenomena itu juga telah disadari oleh banyak CEO dunia, seperti Marillyn Hewson, Presiden dan CEO Lockheed Martin. "Penting bagi para pemimpin untuk menunjukkan komitmen terhadap integritas diri, rasa hormat, dan karakter unggul di depan para karyawan terutama dalam pengambilan keputusan dan eksekusi rencana strategis perusahaan," ujar Hewson.