Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi pada September 2018 sebesar 0,18%. Dengan deflasi itu, tingkat inflasi Januari hingga September 2018 ialah 1,94%. Adapun inflasi tahunan yang dihitung sejak September 2017 hingga September 2018 sebesar 2,88%.
"Di 82 kota, September 2018 terjadi deflasi sebesar 0,18%. Dengan ini, berarti tingkat inflasi tahun kalender Januari-September 2018 sebesar 1,94%," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, kemarin.
Pria yang akrab disapa Kecuk itu mengatakan angka tersebut membuktikan bahwa bahwa inflasi masih terkendali. Itu terlihat dari tingkat inflasi pada September 2018 yang sebesar 2,88% (yoy), lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi pada September 2017 yang sebesar 3,72% (yoy).
"Kita harapkan inflasi terkendali sehingga target (inflasi) 3,5% tahun ini dapat terpenuhi," katanya.
Dalam menanggapi paparan BPS itu, ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan hal tersebut membuktikan pemerintah berhasil mengendalikan stabilitas harga, khususnya komoditas pangan.
"Itu berarti sebagian besar harga pangan memang cenderung turun. Pemerintah berhasil secara umum mengendalikan stabilitas harga, khususnya komoditas pangan, suplainya terkendali dengan baik," kata Josua saat dihubungi, kemarin.
Paparan BPS pun berdampak positif bagi pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada kemarin sore, yang menguat sebesar 17 poin menjadi 14.879 dari posisi sebelumnya 14.896 per dolar AS.
"Data inflasi yang terjaga menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan mata uang rupiah," kata analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, seperti dikutip Antara.
Menurut dia, laju inflasi yang terjaga memberi harapan perbaikan bagi fundamen ekonomi dalam negeri. Situasi itu direspons positif pelaku pasar.
Bahan makanan
Dalam paparannya, Kecuk mengatakan deflasi ter-tinggi terjadi di Parepare, Sulawesi Selatan, sebesar 1,59%. Sebaliknya deflasi terendah terjadi di Tegal, Singkawang, Samarinda, dan Ternate, yang masing-masing sebesar 0,01%.
Adapun inflasi tertinggi terjadi di Bengkulu sebesar 0,59%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Bungo sebesar 0,01%.
Kecuk menjelaskan deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan turunnya dua indeks kelompok pengeluaran.
Kedua kelompok itu ialah kelompok bahan makanan sebesar 1,62% dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,05%.
Komoditas bahan makanan yang memberikan andil deflasi ialah daging ayam ras (0,13%), bawang merah (0,05%), ikan segar (0,04%), telur ayam ras, tomat sayur dan cabai merah yang masing-masing 0,03%, cabai rawit (0,02%), jengkol, kacang panjang, ketimun, tomat buah, dan bawang putih masing-masing sebesar 0,01%.
Kecuk pun meyakini pemerintah akan berupaya untuk menjaga inflasi agar tetap terkendali.
"Saya yakin sampai akhir tahun inflasi akan terkendali," tukasnya. (Try/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved