Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menilai konsorsium yang dipimpin Ilham Habibie sebagai investor untuk menyelamatkan permodalan Bank Muamalat memenuhi kriteria.
Kini, OJK menunggu kelengkapan administratif konsorsium calon investor untuk menjadi pemegang saham baru Bank Muamalat. Kemarin, konsorsium investor Bank Muamalat datang menemui OJK. Hadir Ilham Habibie, keluarga Arifin Panigoro, Lynx Asia, dan SSG capital yang merupakan anggota konsorsium.
Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo menjelaskan kedatangan konsorsium bertujuan berkonsultasi dan menjelaskan anggota konsorsium, rencana jumlah yang akan diinvestasi, dan tahapannya. “OJK menyambut baik dan tadi kami minta memenuhi (syarat) administratif yang harus dilengkapi untuk disampaikan kepada OJK,” ujar Anto di Jakarta, Jumat (28/9).
Mengenai penetapan dan jumlah dana yang akan konsorsium suntikkan ke Bank Muamalat, Anto mengatakan hal itu harus menunggu keputusan rapat umum pemegang saham yang dilaksanakan pada 11 Oktober mendatang. Salah satu agendanya ialah rencana rights issue dan pengesahan calon investor baru. “Jadi kita tunggu sampai waktunya,” ujar Anto.
Saat ini Bank Muamalat membutuhkan suntikan dana untuk bisa berekspansi usaha. Bank Muamalat menghadapi masalah permodalan sejak 2015. Puncaknya pada 2017, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) turun menjadi 11,58%. Meskipun masih batas aman, konsesi Basel III untuk CAR minimal 12% untuk menyerap risiko secara countercyclical.
Kinerja Bank Muamalat tergerus oleh lonjakan pembiayaan bermasalah (non-performing finance/NPF). NPF bank syariah itu sempat di atas 5%, lebih tinggi daripada batas maksimal ketentuan regulator. Akan tetapi, pada kuartal I 2018 NPF bank tersebut membaik ke level 4,76%.(Try/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved