Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa target pencatatan saham melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada tahun ini telah melampaui target.
Jumlah perusahaan yang mencatatkan saham di BEI telah mencapai 37 perusahaan, melampaui target awal 35 perusahaan.
Hingga akhir bulan ini, sebanyak 600 perusahaan telah memanfaatkan pendanaan penerbitan saham di BEI.
“Ini menunjukkan bahwa usaha BEI dalam peningkatan jumlah perusahaan tercatat disambut baik oleh dunia usaha. Para entrepreneur menunjukkan antusiasme dengan memilih opsi pendanaan melalui pasar modal guna mempercepat pertumbuhan perusahaan,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Bapak I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, kemarin.
BEI tidak berhenti di angka 600 perusahaan tercatat. BEI tetap dan akan senantiasa berkomitmen untuk mendorong peningkatan jumlah perusahaan tercatat dengan berbagai upaya.
Dengan sisa tiga bulan pada 2018, masih terdapat 23 calon emiten yang sedang mengantre untuk melantai di pasar modal. Sebanyak 6 perusahaan menggunakan tahun buku keuangan Maret 2018, 6 perusahaan lainnya menggunakan tahun buku April 2018, 7 perusahaan memakai buku keuangan Mei 2018, 2 perusahaan memakai tahun buku Juni 2018,dan 1 perusahaan mengajukan IPO dengan tahun buku laporan Juli 2018.
“Untuk perusahaan yang telah menyampaikan laporan keuangan per Maret (2018), mungkin September sudah habis batas waktunya untuk IPO. Jadi, mudah-mudahan optimis semua di pipeline itu bisa mencatatkan sahamnya periode tahun ini,” ujarnya.
Melesat
Kemarin, PT Natura City Developments Tbk resmi mencatatkan saham perdana atau IPO di BEI. Emiten dengan kode saham CITY tersebut jadi perusahaan ke-37 yang melantai pada tahun ini dan ke-600 yang melantai sepanjang BEI berdiri.
Anak usaha PT Sentul City Tbk (BKSL) itu melepas 2,6 miliar saham baru pada harga Rp120 per lembar. Itu disertai penerbitan sebanyak 975 juta waran seri I dengan untuk setiap 8 saham IPO, para investor akan memperoleh 3 waran seri I.
Pada pembukaan perdagangan, saham CITY melonjak naik 84 poin, atau 70%, ke level Rp204 per lembar saham dari harga pembukaan Rp124. Saham CITY ditransaksikan sebanyak 33 kali dengan volume sebanyak 90 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp1,84 juta.
Direktur Utama Natura City Elfi Daris menyatakan pencatatan saham perdana jadi langkah awal perusahaan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.
“Visi kami menjadi perusahaan properti utama karena kami meningkatkan kualitas kehidupan dan tumbuh bersama dengan pemegang saham,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Total dana yang diperoleh perusahaan dari IPO sebesar Rp312 miliar. Dana segar akan digunakan untuk pengembangan usaha, tambahan perolehan tanah, serta modal kerja.
Dalam pengembangan usaha, kelak perseroan juga menjajaki untuk merambah ke daerah lainnya di Jawa Barat dan Sumatra.
Dalam hal keuangan untuk periode Desember 2017, perusahaan properti itu mencatatkan pendapatan Rp246 miliar, dan laba bersih Rp105 miliar. Jadi, perseroan mencatar margin laba usaha dan laba bersih sekitar 43%. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved