BUMN Besinergi Tekan Harga Semen di Timur

(Cah/E-3)
26/9/2018 23:30
BUMN Besinergi Tekan Harga Semen di Timur
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menugasi PT Pelni untuk membantu PT Semen Indonesia dalam mendistribusikan semen ke wilayah timur Nusantara.

Saat ini, PT Semen Indonesia mengaku kesulitan mengangkut hasil produksi ke daerah timur seperti Papua dan Papua Barat, Maluku, serta Nusa Tenggara karena ongkos logistik yang terlalu tinggi.

Budi menyatakan, meski pemerintah telah mengembangkan infrastruktur tol laut, belum banyak perusahaan kapal kargo yang mengoptimalkan program tersebut lantaran tingkat okupansi yang masih minim. Tercatat, dari realisasi produksi Semen Indonesia sebesar 66 juta ton secara nasional pada 2017, penyaluran ke wilayah timur hanya 1 juta ton.

“Jadi harus ada sinergi antar-BUMN untuk memaksimalkan tol laut dan akhirnya meningkatkan pasokan semen secara lebih merata di Indonesia Timur,” ujar Budi di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (26/9).

Budi menjelaskan Pelni kini menjalankan beberapa kapal perintis yang menyisir berbagai kota di  Papua. Nantinya, semen-semen yang ditujukan ke Indonesia Timur bisa dikirim menggunakan kapal-kapal milik badan usaha pelayaran tersebut. “Nanti tinggal kita tumpuk saja peta dua BUMN ini. Mana yang cocok, sejalan, kita laksanakan,” tuturnya.

Direncanakan, PT Pelni menyediakan empat kapal angkutan logistik berkapasitas 154 teus atau setara 3.000 ton yang akan khusus memuat keperluan logisitik.

Di luar itu, Kemenhub juga berjanji memberikan kapal-kapal baru untuk nantinya dikelola badan usaha untuk memaksimalkan peran tol laut. Setidaknya, sekitar 15 kapal baru akan disiapkan pada tahun ini dan tahun depan.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo menyatakan angkutan tol laut bisa memangkas biaya distribusi logistik seperti semen hingga 50%.

Selain itu, saat muatan semen tiba di daerah tujuan, proses pendistribusiannya dapat dilanjutkan kepada masyarakat melalui Rumah Kita dan pedagang Gerai Maritim yang terdaftar di Kementerian Perdagangan dan dinas perdagangan setempat. “Dengan demikian, distribusi melalui tol laut tak hanya memangkas harga semen, tetapi juga menjangkau tempat terluar,” pungkas Agus.

Penyesuaian harga
Dalam kesempatan sama, Direktur Marketing & Supply Chain PT Semen Indonesia Adi Munandar mengungkapkan pemanfaatan infrastruktur tol laut yang belum maksimal membuat harga semen di Indonesia bagian timur masih tinggi.

Kendati sudah turun jauh ketimbang sebelum program tol laut diterapkan, disparitas harga semen antara di kawasan barat dan timur Nusantara masih signifikan.

“Saat ini, harga semen di beberapa wilayah di Papua dan Papua Barat masih di kisaran Rp500 ribu per sak. Meski sudah turun dari sekitar Rp2 juta per sak, angka itu masih sangat jauh jika dibandingkan dengan di Jawa yang rata-rata Rp45 ribu per sak,” ujar Adi.
Dengan adanya integrasi antar-BUMN, Adi menyampaikan pasti akan ada penyesuaian harga.

“Sekarang kami sedang hitung efisiensi­nya bisa sampai berapa. Tentu kami ingin harga bisa ditekan ketika sampai di masyarakat,” tandasnya. (Cah/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya