Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR sedang menunggu hasil dari rapat kebijakan bank sentral Amerika Serikat (FOMC) akan penentuan suku bunga acuan AS yang diekspektasi akan berlanjut naik. Saat ini suku bunga kebijakan The Fed berada pada target 1,75-2%.
Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan kemungkinan besar Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Rabu-Kamis (26-27/9) akan turut menaikan bunga acuan 25 bps. Ini sebagai langkah mereka untuk menjaga imbal hasil dari instrumen investasi domestik di saat Fed Rate naik.
"Imbasnya memang akan terus naik yield nya. Meskipun tinggi yieldnya tapi di sisi lain resiko untuk investasi di negara berkembang pun naik. Bank Indonesia diprediksi masih antisipasi kenaikan Fed Rate sekali lagi pada akhir tahun 2018 tepatnya saat FOMC bulan Desember,"
Secara total suku bunga kebijakan BI 7 Day Reverse BI Repo Rate diprediksi akan naik 50 bps di sisa tahun ini. Tindakan ini dilakukan BI seiring dengan suku bunga The Fed yang juga akan dinaikkan total 50 bps sampai akhir tahun.
"Obat jangka pendeknya memang cuma suku bunga dan cadangan devisa. Kalau meperbaiki transaksi berjalan prosesnya lama dan akan jangka panjang,"
Nilai tukar rupiah pun dia orediksi masih akan bearish atau tertekan melemah karena tekanan terus berlangsung sampai akhir tahun. Meski demikian rupiah pada perdagangan Selasa (26/9) ditutup pada level 14.891 menguat tipis 0,06%.
"Sulit mencapai keseimbangan baru. Rupiah masih bearish dengan tekanan yang terus berlangsung hingga akhir tahun," tukas Bhima. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved