Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN dua pabrik kabel serat optik milik PT Zhongtian Technology (ZTT) Cable Indonesia di Kawasan Industri Surya Cipta, kabupaten Karawang, Jawa Barat, diharapkan dapat mendukung substitusi produk impor.
Apalagi, sekarang ini pemerintah gencar mendorong program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) dalam setiap proyek, terutama pada pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pemerintah.
“Kabel serat optik merupakan salah satu dari tujuh jenis produk yang berpotensi dikembangkan melalui kebijakan penerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN),” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto saat menjadi keynote speaker dalam pembukaan PT ZTT Cable Indonesia di Karawang, Jawa Barat, Selasa (25/9).
Menurut Airlangga, hal tersebut sejalan dengan implementasi Keputusan Presiden No 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri. Selain kabel fiber optik, enam produk lainnya telepon seluler, panel surya, internet of things (IoT), televisi digital, lampu LED, dan smart card.
“Untuk dua jenis produk, yakni telepon seluler serta panel surya, saat ini sudah diterapkan kebijakan TKDN-nya,” imbuh Airlangga.
Kementerian Perindustrian menyatakan industri kabel serat optik dalam negeri telah memenuhi 60% kebutuhan pasar domestik. Saat ini kebutuhan kabel serat optik di Indonesia telah mencapai 9 juta kilometer per tahun.
Airlangga menilai penggunaan kabel serat optik buatan lokal berpeluang cukup besar seiring dengan pengembangan infrastuktur telekomunikasi di dalam negeri. Misalnya, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika yang telah mencanangkan proyek Palapa Ring.
Proyek tersebut bakal menjangkau sebanyak 440 kota atau kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 km dan juga kabel di daratan sejauh 21.807 km.
“Pengoptimalan TKDN ini nantinya diharapkan dapat menggenjot kemampuan produksi industri dalam negeri,” pungkas Airlangga.
Komponen pesawat
Secara terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta PT Dirgantara Indonesia (PT DI) meningkatkan penggunaan komponen lokal untuk pembuatan pesawat dari 45% menjadi 50%.
“Kita konsentrasi juga kepada PT DI untuk meningkatkan konten lokal yang sekarang ini 45% agar diupayakan 50%,” ungkap Budi Karya seusai memberikan sambutan dalam International Society of Air Safety Investigators VI 2018 di Jakarta, kemarin.
Dia melanjutkan dengan penggunaan produk lokal bisa menghemat devisa lantaran sebagian besar suku cadang selama ini didatangkan dari luar negeri.
“Maka itu, saya telah meminta Dirjen Perhubungan Udara dan Lapan mendampingi negosiasi agar peran-peran pelaku industri nasional diperhitungkan sehingga komponen tertentu bisa dibangun. Ini butuh upaya keras dan harus bersama,” katanya
Menhub juga mengajak pengguna produk-produk penerbangan agar berkolaborasi dengan industri penerbangan Indonesia untuk bekerja sama yang saling menguntungkan. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved