Indonesia Harus Unggul di Ekonomi Kreatif

(Put/E-1)
26/9/2018 02:30
Indonesia Harus Unggul di Ekonomi Kreatif
(MI/Rommy Pujianto)

INDONESIA harus unggul di bidang ekonomi kreatif karena memiliki semua syarat yang diperlukan untuk menjadi pemenang.

Hal itu dikemukakan Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf di Jakarta, kemarin, saat konferensi pers tentang rencana pelaksanaan The World Conference on Creative Ekonomi (WCCE) 2018 pada 6-8 November 2018 di Bali.

Triawan menegaskan potensi ekonomi kreatif sangat luar biasa besar. Ia mengambil contoh apa yang dipasarkan Tokopedia bukan produk berbasis sumber daya alam, melainkan produk-produk kreatif.

“Yang dijual Tokopedia bukan minyak dan gas bumi,” ujarnya.

Dengan digelarnya WCCE di Bali, ­Triawan Munaf berharap akan tercipta kolaborasi  antara pelaku ekonomi kreatif di Indonesia dan mitranya di mancanegara. Konferensi akan dihadiri sekitar 1.500 pelaku ekonomi  ekonomi kreatif, regulator dari 100 negara, dan akademisi.
Pencetus istilah ekonomi kreatif, John Howkins, akan tampil sebagai pembicara. John Howkins ialah tokoh yang pertama kali memperkenalkan istilah ekonomi kreatif dalam bukunya yang berjudul The Creative Economy: How People Make Money from Ideas, yang terbit pada 2001.

Pembicara lain yang juga bakal tampil an­tara lain produser film dan teater dari Ni­geria, Bolanle Austen-Peters, dan CEO Chi­­na Film Corporation, Le Kexi. Pembicara dari Indonesia antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani serta pendiri dan pemilik Tokopedia, William Tanuwijaya.

Menurut rencana, The Walt Disney Company juga akan hadir di WCCE di Nusa Dua. Perusahaan hiburan dari Amerika Serikat itu akan memanfaatkan momen WCCE untuk merayakan ulang tahun ke-90 Mickey Mouse.

Sejauh ini ekonomi kreatif di Indonesia berkembang pesat. Pada 2015 ekonomi kreatif  menyumbang Rp852  triliun. Pada  2016 naik menjadi Rp922,58 triliun dan menyerap tenaga kerja 13,47%. Lalu di 2017 naik lagi menjadi Rp990 triliun dan menyerap tenaga kerja 17,4%. Tahun ini diproyeksikan menyumbang PDB Rp1.041 triliun dan menyerap tenaga kerja sebesar 18,2%. (Put/E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya