Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan memangkas rantai pasok tata niaga kedelai. Panjangnya tata niaga disinyalir menjadi penyebab harga pangan yang terbuat dari komoditas itu seperti tahu dan tempe melonjak.
Menurut Gabungan Koperasi Produsen Tempe-Tahu Indonesia (Gakoptindo), harga kedelai sebetulnya aman meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Umum Gakoptindo Aip Syaiffudin mengungkapkan, sejak Mei, saat dolar AS berada di kisaran Rp13.000, harga rata-rata kedelai di tingkat importir sebesar Rp7.000 per kilogram (kg). Sekarang, ketika nilai tukar rupiah hampir 15.000 per dolar AS, harga kedelai tidak berubah signifikan.
Namun, terang Aip, harga kedelai di tingkat importir tentu berbeda dengan di tingkat pengusaha tempe-tahu. “Importir itu gudangnya di pelabuhan. Setelah bergerak ke pengusaha tempe-tahu, ada biaya angkut. Sampai di sini (Jakarta) jadi Rp7.050 per kg. Kalo diangkut ke Cilacap bisa Rp7.500 per kg,” jelasnya, di Jakarta, kemarin. Rantai niaga yang cukup panjang, dari importir ke pedagang besar kemudian ke koperasi itulah yang dikeluhkan para pengusaha komoditas pangan khas lokal tersebut.
Saat menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kedelai dari importir nantinya bisa dipasok dan diantar langsung kepada koperasi produsen tempe-tahu tanpa melalui distributor terlebih dulu. “Ini memang pasti akan mengganggu beberapa pedagang, tetapi tidak apa, kita potong saja rantai pasoknya,” tegas Mendag.
Ia mengaku di tengah nilai tukar dolar AS yang menguat, komoditas tempe dan tahu tertolong oleh fenomena perang dagang antara AS dan Tiongkok. Pasalnya akses pasar kedelai asal ‘Negeri Paman Sam’ kini mulai tertutup ke ‘Negeri Tirai Bambu’. Dengan stok yang
melimpah, sementara akses pasar berkurang, otomatis harga turun. “Itu peluang buat kita. Pasar AS berkurang, harga jadi turun. Mau tidak mereka mau jual ke kita. Kita minta sekarang harga murah,” ucapnya. Sebelumnya, Senin (6/9), Enggar berjanji akan mengecek harga kedelai di pasaran karena ada keluhan dari pengusaha tahu tempe mengenai kenaikan harga bahan pangan itu. Kemarin, dia memenuhi janjinya dengan mengunjungi para pedagang di Semanan, Jakarta Barat. (Pra/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved