Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN nilai tukar rupiah hingga penutupan perdagangan sore ini terpantau makin unjuk gigi. Namun tak beberapa lama kemudian perlahan kembali unjuk gigi.
Mengutip Bloomberg, Rabu (19/9), rupiah ditutup ke level Rp14.875 per US$1 jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp14.915 per US$1.
Gerak mata uang Garuda ini terus menguat hingga mencapai 20 poin atau setara 0,13%. Sementara itu, rentang gerak rupiah pada perdagangan sepanjang sore ini berada di posisi Rp14.870 per US$1 hingga Rp14.915 per US$1.
Senada, mencatat data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.871 per US$1. Rupiah menguat hingga mencapai 21 poin atau setara 0,14 persen dari pembukaan perdagangan di posisi Rp14.850 per US$1.
Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Samual yang menyatakan pergerakan mata uang Garuda masih terdampak faktor-faktor eksternal yaitu perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.
"Pada 24 September, Amerika Serikat mengenakan tarif impor 10 persen untuk barang yang berasal dari Tiongkok senilai US$200 miliar," jelas David kepada Medcom.id, Rabu.
David juga menuturkan, pihak Tiongkok pun menerapkan hal yang sama. Negara Tirai Bambu itu juga akan mengenakan tarif 10% untuk produk-produk yang berasal dari AS senilai US$60 miliar. (Medcom/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved