Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan menawarkan kesempatan kepada para investor dari negara-negara lain untuk berinvestasi di Indonesia senilai US$42 miliar dalam pertemuan tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 di Bali pada 8-14 Oktober mendatang.
Menurut Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sahala Lumban Gaol, kesempatan untuk berinvestasi itu dituangkan dalam buku yang diterbitkan Kementerian BUMN. Buku itu berisikan sekitar 79 proyek dari 22 BUMN dengan total nilai proyek US$86,1 miliar.
“Akan tetapi, investment opportunity yang kita tawarkan sebesar US$42 miliar,” kata Sahala dalam diskusi bertema Menakar manfaat AM IMF-WB 2018 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin.
Buku untuk investasi itu, lanjut Sahala, akan disampaikan pada seminar yang mengangkat tema mengenai investasi dalam pertemuan IMF-WB 2018. Namun, pemerintah tidak menargetkan jumlah investasi yang akan diperoleh dari pertemuan tersebut.
“Jadi, sebetulnya kami tidak mengatakan ada target-target, karena kita ingin meyakinkan proyek-proyek itu amat bagus untuk mereka. Jadi, momentum ini tentu tak akan dilewatkan, momentum ini akan betul-betul dimanfaatkan,” tegasnya.
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tak akan memilih-milih investor dari negara mana yang akan berinvestasi dari proyek-proyek yang ditawarkan. Yang pasti, mereka harus memenuhi empat kriteria.
“Siapa saja yang bawa duit, memenuhi empat kriteria kita, ya silakan. Kriterianya itu dia harus ramah lingkungan, hulu ke hilir, kemudian memakai lokal untuk pekerjanya, mentransfer teknologi, itu aja. Kalau dia comply (memenuhi kriteria) di situ, kita pasti terima,” pungkas Luhut.
Ekonomi Bali
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan pertemuan tahunan IMF-WB di Nusa Dua, Bali, akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata sebesar 0,64%.
Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi Bali akan menjadi 6,54% pada akhir 2018 dari sebelumnya 5,9%, atau naik 0,64%. “Ini jelas akan membuat pertumbuhan ekonomi di Bali terdongkrak,” ucap Bambang.
Bambang menerangkan tambahan pertumbuhan 0,64% itu disumbangkan melalui 0,12% dari hotel, 0,05% dari makanan dan minuman, 0,26% dari kon-struksi, dan 0,21% dari lain-lain. Selain itu, dampak ekonomi lainnya ialah adanya kenaikan nilai tambah tahun 2018 senilai Rp894 miliar.
Bukan hanya itu, Bambang menyampaikan IMF-WB akan membuka kesempatan kerja sebanyak 32.700 orang. Dengan begitu, kesempatan kerja akan meningkat sebesar 1,26% dan peningkatan upah riil naik sebesar 1,13%. “Betapa luar biasanya dampak dari megameeting seperti IMF-WB ini,” pungkas Bambang.
Adapun dampak langsung terhadap ekonomi Bali (2017-2018) sebesar Rp5,9 triliun. Angka tersebut antara lain dari investasi infrastruktur (2017-2018) senilai Rp3 triliun serta pengeluaran pengunjung mancanegara dan domestik (2018) sebesar Rp1,1 triliun.
Sebagai informasi, pertemuan tahunan IMF-WB 2018 tersebut akan dihadiri 19.800 peserta dari 189 negara. Ke-19.800 peserta tersebut terdiri atas 5.050 delegasi serta 14.750 nondelegasi.
Hingga kini, persiapan untuk perhelatan IMF-WB 2018 sudah mencapai 94%. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved