Kenaikan Penerimaan Topang Subsidi

(Cah/E-1)
17/9/2018 23:00
Kenaikan Penerimaan Topang Subsidi
(MII/PANCA SYURKANI)

PEMERINTAH memastikan lonjakan besaran subsidi energi sebesar 60% dari alokasi awal Rp94,6 triliun  menjadi Rp149 triliun bisa ditangani dengan baik.

Pasalnya, pemerintah juga mendapat kenaikan penerimaan dari lonjakan harga minyak mentah dari asumsi awal US$48 per barel menjadi US$70 per barel.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan penerimaan negara dari migas dan minerba mencapai Rp240 triliun.

“Besaran subsidi yang diputuskan APBN 2018 itu Rp94,6 triliun,  realisasinya Rp149 triliun atau naik kira-kira hampir 60%. Namun, penerimaan negaranya juga naik dari asumsi APBN Rp156 triliun menjadi Rp240 triliun,” ujar Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (17/9).

Penerimaan negara diperoleh lebih banyak dari sektor minyak dan gas yakni dari PPH menyumbang Rp55,4 triliun dan PNBP Rp144,3 triliun dari target masing-masing Rp38,1 triliun dan Rp86,5 triliun. Adapun penerimaan dari sektor pertambangan Rp40,6 triliun dari target pada 2018 sebesar Rp32,1 triliun.

“Jadi banyak nih, surplus sekitar 60% outlook sampai akhir tahun dari APBN 2018,” tandasnya.

Di sisi lain, pengamat energi Komaidi Notonegoro menilai wajar jika pelaku usaha menyesuaikan harga BBM nonsubsidi seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.

“Dengan harga minyak mentah naik dan rupiah yang makin melemah seperti sekarang ini maka wajar jika badan usaha menyesuikan harga BBM terutama jenis nonsubsidi yang dikonsumsi masyarakat mampu,” katanya seperti dikutip dari Antara.  

Di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga BBM nonsubsidi yang dijual PT Pertamina (persero), PT Shell Indonesia, dan PT Total Oil Indonesia terpantau berbeda-beda.

Harga BBM nonsubsidi jenis bensin dengan angka oktan (reseacrh octane number/RON) 90 atau Pertalite dijual Pertamina Rp7.800 per liter. Di sisi lain, BBM dengan RON sama yakni reguler dibanderol Shell seharga Rp9.400 per liter dan Performance 90 dijual Total Rp9.200 per liter. (Cah/E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya