Indonesia-Ceko Jajaki Kerja Sama Bidang Industri

(Gan/Dro/E-3)
17/9/2018 22:30
Indonesia-Ceko Jajaki Kerja Sama Bidang Industri
()

PEMERINTAH Indonesia dan Republik Ceko mulai berkolaborasi melalui investasi dan ekspor. Kerja sama itu diharapkan bisa memperkuat struktur manufaktur dan memperbaiki neraca perdagangan nasional.

“Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat mendongkrak ekspor produk Indonesia secara signifikan. Kami juga berharap dukungan Ceko untuk mempercepat negosiasi comprehensive economic ­partnership agreement (CEPA) dengan Uni Eropa,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai bertemu delegasi senat Republik Ceko di Istana Merdeka, Senin (17/9).

Dalam keterangan resminya, ia mengatakan ada beberapa produk manufaktur yang berpotensi menembus pasar Ceko, antara lain tekstil dan pakaian, furnitur berbasis kayu, serta pulp dan kertas.

Pemerintah juga berupaya menarik investor Ceko untuk menanam modal di Indonesia pada sektor industri pengolahan karet. Itu selangkah dengan potensi Indonesia yang termasuk jajaran produsen crumb rubber (karet remah) terbesar di dunia. “Adapun Ceko memiliki industri pengolahan karet berdaya saing seperti pabrik ban.”

Airlangga menambahkan sektor lain yang dijajaki kedua negara ialah industri farmasi dan teknologi minihidro sebagai bagian dari ener-gi terbarukan di remote area.

Guna meyakinkan pelaku industri Ceko, lanjut dia, pemerintah Indonesia berkomitmen menciptakan iklim usaha kondusif seiring road map Making Indonesia 4.0.

“Nantinya ada insentif untuk inovasi hingga 20 tahun dan skema tax allowance untuk inovasi hingga 200%. Ini membantu industri yang berproduksi untuk pasar dalam negeri dan ASEAN Community.”

Ketua Senat Republik Ceko ­Milan Stech menuturkan beberapa peluang kerja sama industri sangat menarik dikembangkan Ceko.

Stech pun menyebutkan Ceko memiliki beberapa sektor manufaktur unggulan di kancah global, seperti industri otomotif, pesawat terbang, dan logistik. Pihaknya pun sudah memproduksi kereta dengan kecepatan 200 km/jam yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Selain itu, Ceko memiliki industri komponen medis dan farmasi, juga menerapkan produk teknologi canggih bidang hidroenergi dan sudah diekspor. “Itu peluang menarik dan kami punya banyak hal untuk ditawarkan,” katanya.

Sebelum bertemu Menperin, delegasi Senat Republik Ceko diterima Presiden Jokowi yang didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Seskab ­Pramono Anung, serta Wakil Menlu AM Fachir di Istana Merdeka. (Gan/Dro/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya