BI: Defisit Neraca Perdagangan Momentum Dongkrak Ekspor

Nur Aivanni
17/9/2018 19:59
BI: Defisit Neraca Perdagangan Momentum Dongkrak Ekspor
(ANTARA FOTO/Andika Wahyu/)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang Agustus 2018 mengalami defisit sebesar USD 1,02 miliar. Menanggapi itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang VI Dody Budi Waluyo mengatakan bahwa momentum tersebut seharusnya digunakan untuk mendorong ekspor.

"Memang kita masih punya upaya agar ekspor lebih tumbuh, khususnya ekspor manufaktur. Harusnya dengan dorongan Rupiah yang sudah terdepresiasi bisa jadi salah satu faktor untuk kompetitif kita dari sisi ekspor," kata Dody saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (17/9).

Dody pun menyampaikan bahwa langkah pemerintah untuk menekan laju impor pun sebetulnya sudah dilakukan. Namun, dampak kebijakan tersebut akan terlihat secara bertahap. "Karena kita melihat kebijakan seperti itu punya periode menengah panjang," katanya.

Dalam catatan BPS, nilai ekspor pada Agustus 2018 sebesar USD 15,82 miliar atau turun 2,9% dibandingkan ekspor pada Juli 2018. Melihat nilai tersebut, Dody pun mengakui bahwa memang masih ada masalah dalam hal ekspor.

Laju ekspor yang menurun tersebut salah satunya disebabkan oleh harga-harga komoditas yang cenderung agak melambat. "Ekspor kita masih punya kendala, khsususnya di sisi manufaktur," katanya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya