Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menerangkan, PT Pertamina dapat menghemat ongkos kirim USD 4 sampai 5 per barel jika membeli minyak kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dibandingkan impor. Kemudian jumlah potensi minyak yang bisa dibeli dari jatah KKKS itu sebanyak 225 sampai 230 ribu barel minyak per hari (barrel oil per day/bopd).
"Kalau kita bayar (minyak KKKS), dia jual dengan dolar, kan kita bayar juga pakai dolar. Berapa cost seandainya kita impor BBM tersebut dari West Africa, itu cost of transport (ongkos kirimnya) USD 4 sampai 5 dolar per barel," terangnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta. Senin (17/9)
Menurut dia, pembelian minyak dalam negeri dapat memangkas biaya pengiriman impor. Itu belum lagi jika melakukan penghematan biaya lainnya melalui negosiasi yang juga membantu neraca perdagangan.
Arcandra menjelaskan, pemerintah telah memberikan lampu hijau kepada Pertamina untuk membeli minyak KKKS melalui peraturan yang telah disahkan. Tinggal, perusahaan yang menanggung tugas penyaluran BBM bersubsidi itu melakukan negosiasi dengan pihak KKKS melalui business to business (B to B).
"Mampu gak, B to B nya, dapatkan harga, kalau impor costnya 4 dolar, maka bisa gak lebih murah dengan entiltedment dari KKKS. Kalau lebih mahal, maka harganya kan gak begitu besar. Jadi gak ada manfaatnya. Kan pertamina bayar tetap pakai dolar," jelasnya.
Pasalnya, kata dia, pengehematan ongkos kirim sangat besar mengingat potensi minyak yang dapat dibeli Pertamina cukup besar. "Potensi dari sisi entitlement kontraktor yang biasanya diekspor itu sekitar 225- 230 ribu bopd. Itu potensi yang akan dibeli oleh Pertamina atau kilang lain di Indonesia untuk diolah di dalam negeri," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved