Pemerintah Terus Pacu Industri Kereta Api

Gana Buana
13/9/2018 23:45
Pemerintah Terus Pacu Industri Kereta Api
( ANTARA FOTO/Siswowidodo)

INDONESIA melalui PT Inka merupakan salah satu pemain industri manufaktur sarana kereta api terbesar di Asia Tenggara. Ke depan, pemerintah mendorong industri itu agar semakin go international.

“Industri perkeretaapian nasional terus kita pacu agar bisa menguasai pasar domestik dan semakin berperan dalam supply chain industri perkeretaapian untuk pasar global,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Kamis (13/9).

Airlangga menyampaikan Kementerian Perindustrian telah mendorong PT Inka agar terus membina industri komponen berskala kecil dan menengah sehingga mereka mampu menghasilkan produk yang mutunya sesuai standar dan bisa digunakan dalam industri perkereta­apian.

Menurut Airlangga, industri penunjang kereta api di dalam negeri sudah mampu memproduksi sekitar 70% da­ri total kebutuhan komponen, termasuk rangka kereta api.

“Kami berharap dalam dua sampai tiga tahun ke depan, industrinya mampu sampai 80% dari jumlah kebutuhan,” ujarnya.

Guna memperluas pasar ekspor, Kemenperin juga aktif memacu industri kereta api nasional agar terus berinovasi di bidang teknologi, khususnya untuk produk-produk yang berorientasi ekspor.

Selain itu, secara pro­aktif menjalin kerja sama bisnis dan promosi dalam rangka meningkatkan akses pasar ke negara-negara yang memiliki potensi pasar cukup besar, terutama di kawasan Asia seperti Pakistan, Sri Lan­ka, Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, Zambia, Nigeria, dan Mesir.

Sebelumnya, pemerintah bertekad mengunguatkan ker­ja sama di sektor industri dengan pemerintah Sri Lan­ka. Kesepakatan itu meru­pakan hasil pertemuan anta­­ra Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe di sela perhelatan World Eco­­nomic Forum (WEF) on ASEAN di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9).

Pemerintah telah menawarkan kerja sama ‘paket lengkap’ kepada Sri Lanka guna membangun fasilitas dan in­frastruktur perkeretaapian di negara tersebut. Jadi, Indonesia tak hanya menjual gerbong kereta api, tapi juga menawarkan pembuatan sistem persinyalan, rel, hingga depo dan stasiun.

Pada kesempatan itu juga dibahas mengenai tindak lanjut dari rencana Sri Lanka yang ingin membeli 60 gerbong kereta api yang diproduksi PT Inka.

“Ini merupakan salah satu komitmen Presiden Jokowi agar Indonesia dapat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka,” ungkap Airlangga.

Ekspor pakaian
Selain di sektor perkeretapi­an, pemerintah Indonesia dan Sri Lanka juga menindaklanjuti kesepakatan sebelum­nya dalam bidang perdagangan. Salah satunya upa­ya bersama untuk mengekspor pakaian jadi ke Uni Eropa.

“Upaya pengajuan ber­sama ke Komisi Eropa terkait pengiriman pakaian jadi akan membuka akses pa­sar ke Uni Eropa. Kita ha­rus melanjutkan pendekatan intensif kita sehingga proposal dapat diterima Uni Eropa,” kata Presiden Jokowi.

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupa­kan satu dari lima sektor manufaktur yang tengah di­prioritaskan pengembangannya sebagai pionir dalam peta jalan penerapan Re-volusi Industri Ke-4. Pasalnya, industri TPT nasional telah memiliki daya saing tinggi karena struktur manufakturnya terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya juga dikenal memiliki kualitas baik di pasar internasional. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya