Hipnotisme Pernak-pernik K-pop

Puput Mutiara
14/9/2018 03:30
Hipnotisme Pernak-pernik K-pop
(IG @K_FASHION48)

K-POP atau kepanjangan dari Korean pop makin marak digandrungi. Bukan hanya di negara asalnya, Korea Selatan, masyarakat mancanegara, melainkan juga Indonesia, yang tak ketinggalan menjadi peminat atau bahkan pencinta aliran musik dari 'Negeri Ginseng' tersebut.

Kehadiran kelompok musik K-pop, seperti SNSD, Blackpink, dan Exo pun tak pelak kian menambah kecintaan masyarakat terhadap budaya Korea. Hal itu bukan hanya ditunjukkan dengan menyukai lagu-lagu aliran musik khas Korea, tetapi juga lewat koleksi barang-barang K-pop.

Lulu Cantika, sebagai pengelola akun Instagram @k_fashion48, yang menjual barang-barang K-pop, khususnya K-pop fashion mengaku selalu kebanjiran pesanan. Mulai kaus bergambar kelompok musik idola K-pop, aksesori, album, sampai perlengkapan kecantikan (make-up).

"Kebanyakan yang dipesan, sih, kayak baju ala remaja Korea gitu yang lucu-lucu. Terus kalau artis Koreanya pakai apa, mereka (pencinta K-pop) suka ngikutin dan langsung pesan barangnya," kata remaja 18 tahun yang juga salah satu penggemar K-pop itu.

Untuk harga, ungkap Lulu, tergantung dari jenis barang dan perhitungan pajak karena rata-rata barang yang dipesan didatangkan langsung pemasok dari Korea. Sehelai kaus bergambar saja, misalnya, bisa dibanderol minimal dengan harga Rp200 ribu-Rp500 ribu.

Faktanya bagi seorang pencinta K-pop, harga tidak menjadi persoalan. Demi bisa memiliki barang-barang K-pop, banyak penggemar rela merogoh kocek tidak sedikit, bahkan hingga jutaan rupiah.

"Kosmetik dari Korea itu kan mahal, tapi ada saja yang pesan. Padahal, dengan pajak bisa sampai Rp1 juta atau lebih. Oh iya, satu lagi, buat pencinta K-pop yang penting itu made in Korea," cetus Lulu.

Selain di Instagram, Lulu juga menjual aneka K-pop fesyen di salah satu marketplace, Shopee, dengan nama akun yang sama, yaitu @k_fashion48. Meski tidak sebanyak pesanan melalui Instagram, rata-rata barang yang dipesan juga hampir sama.

"Mau pesan di Shopee atau Instagram, mereka bisa PO (pre-order) atau dengan sistem tabungan. Jadi, mereka bayar dulu berapa, nanti sampai uangnya sudah terkumpul seharga barang yang mau dibeli baru barang dipesan," jelas Lulu.

Terlepas dari itu, Lulu mengeluhkan kendala dalam proses masuknya barang dari Korea ke Indonesia. Pengecekan yang dilakukan pihak bea cukai relatif memakan waktu cukup lama, sekitar tiga sampai empat minggu sehingga mengganggu pemesanan.

Potensi pasar
Sebagai salah satu marketplace terbesar di Asia, Shopee melihat potensi pasar untuk barang K-pop sangat besar. Keinginan dan kebiasaan masyarakat mengumpulkan barang-barang K-pop turut berdampak terhadap daya beli, tanpa terkecuali melalui daring (online).

"Habit dari K-pop fan yang suka mengumpulkan merchandise K-pop itu kita lihat makin banyak. Peluang itu yang kita manfaatkan dengan bekerja sama YG Group (perusahaan hiburan asal Korea Selatan) menjual barang-barang K-pop di Shopee," papar CEO Shopee Chris Feng.

Ia pun menuturkan, lewat kerja sama tersebut Shopee akan lebih banyak menyediakan barang-barang K-pop, termasuk diskon dan juga promo khusus bagi pencinta K-pop.

Tidak hanya itu, untuk menggaet pasar rencana juga akan langsung menghadirkan Blackpink di Indonesia. "Belum tahu kapan, tapi dalam waktu dekat. Itu juga merupakan bagian dari strategi kami untuk dapat memuaskan pelanggan," tukas Chris.

Sementara itu, Hae Min Yoo, Director of Business Development YG Entertainment dan YG Plus, yakin ekspansi yang dilakukan melalui kerja sama dengan Shopee di tujuh negara akan semakin meningkatkan daya beli masyarakat terhadap barang-barang K-pop.

"Membeli produk K-pop itu bukan sekadar membeli barangnya, tapi juga budaya Korea. Tantangan ke depan bagaimana kita bisa menyediakan barang-barang yang lebih variatif dan membuat konten yang lebih seru," pungkasnya. (S-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya